
Maria Natalia Londa
JawaPos.com - Posisi Maria Natalia Londa sebagai Ratu Lompat Jauh Indonesia masih belum tergeser.
Dalam Kejurnas Atletik 2015, Maria masih tak terbendung ketika keluar menjadi juara di nomor lompat jauh dengan lompatan 6,30 meter di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin (4/9).
Meski berhasil membawa pulang medali emas, namun lompatan itu sejatinya masih jauh dari lompatan terakhirnya yakni 6,70 meter ketika merebut medali emas SEA Games Singapura 2015 lalu. Namun, seusai lomba, peraih medali emas Asian Games 2014 itu mengaku masih cukup puas dengan hasil lompatannya.
Terlebih Kejurnas Atletik 2015 merupakan ajang pertama paska sembuh dari cedera tendon kiri serta ligamen yang menghantam paska tampil pada SEA Games 2015 lalu.
"Sudah bersyukur diantara enam lompatan (dua kali diskualifikasi,Red) empat masih di atas enam meter semua, jadi masih stabil," ujar Maria, seusai lomba, kemarin (4/9).
"Kalau dari saya pribadi yang penting saat ini adalah memantapkan hati pada diri sendiri. Yang penting yakin dahulu dan menghilangkan trauma cedera . Waktu babak kualifikasi pagi, agak sedikit trauma, tapi sore ini (kemarin,red) sudah aman," imbuhnya
Menurut Maria, ada sedikit evaluasi yang dirasa menjadi catatan kecil. Itu adalah kecepatan run-up sebelum melakukan take off yang masih belum stabil. Hal itu membuat dirinya tak bisa melenting dengan maksimal. Namun Maria tak resah, sebab fokusnya saat ini adalah untuk kembali ke performa terbaik paska cedera.
Peraih dua medali emas SEA Games 2015 itu memang membutuhkan kerja ekstra keras. Sebagai salah satu wakil Indonesia yang turun di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, lompatan atlet berumur 24 tahun itu memang masih jauh untuk sekedar merebut medali di Olimpiade.
Berdasarkan hasil Kejuaraan Dunia Atletik 2015 lalu, maka lompatan terbaik atlet asal Bali tersebut yakni 6,70 meter, masih berada di peringkat kedelapan dunia. Untuk bisa merebut medali, Maria paling tidak harus bisa menyentuh lompatan sejauh 7 meter lebih.
Sebab peraih perunggu pada Kejuaraan Dunia Atletik 2015 lalu yakni Ivana panovi asal Serbia berhasil melompat sejauh 7,01 meter. Sementara peraih medali emas, Tianna Bartoletta asal Amerika Serikat berhasil melompat sejauh 7,14 meter.
"Memang saat ini lompatan terbaik saya masih peringkat ke delapan dunia. Tapi saya tak mau berpikir harus berapa dahulu, yang penting memberikan terbaik saja untuk Indonesia,"terang Maria
Dalam waktu dekat, peraih dua medali emas SEA Games 2015 asal Bali tersebut akan turun di kejuaraan atletik The Athletics North Queensland Track and Field 2015, 25-27 September di Australia. Ajang itu juga digunakan untuk mengintip persaingan calon lawan-lawannya nanti. (mid/ndi/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
