
Shelly Ann Fraser Pryce
JawaPos.com - Shelly-Ann Fraser-Pryce sudah mengacungkan tangan kananya tinggi-tinggi di satu meter terakhir sebelum menyentuh finish.
Matanya memandang tajam ke depan. Bahasa tubuhnya seakan memperkenalkan diri kepada dunia bahwa dialah perempuan tercepat di dunia.
Ya, pelari Jamaika itu kemarin benar-benar tampak terlalu tangguh bagi lawan-lawannya. Di final 100 meter putri kejuaraan dunia atletik di stadion sarang burung, Beijing, pelari 28 tahun tersebut mendapatkan emas ketiganya sepanjang karier di kejuaraan dunia.
Raihan Fraser-Pryce itu membuat Jamaika menjadi negara tempat dua manusia tercepat di dunia berasal. Sehari sebelumnya, sprinter putra mereka, Usain Bolt juga menjadi yang tercepat di 100 meter putra dengan catatan waktu 9,79 detik.
Fraser-Pryce sendiri meraih emas dengan catatan waktu 10,76 detik. Medali perak diraih sprinter muda Belanda, Dafne Schippers. Jawara European Championships 2014 itu terpaut 0,05 detik di belakang Fraser-Pryce dengan catatan waktu 10,81 detik. Sementara itu, sprinter Amerika Serikat (AS) Tori Bowie membawa pulang perunggu dengan catatan waktu 10,86 detik.
Gelar itu makin menahbiskan Fraser-Pryce sebagai perempuan tercepat yang ada di muka bumi. Sebelumnya, dia menuai hasil yang sama pada kejuaraan dunia 2009 di Berlin dan 2013 di Moskow.
Pelari yang kemarin tampil dengan rambut dikepang hijau dan hiasan bunga matahari di kepalanya itu juga merupakan penyapu bersih emas 100 meter di dua Olimpiade terakhir (London 2012 dan Beijing 2008). Sepanjang karier, kini pelari kelahiran Kingston, Jamaika itu telah mengumpulkan tujuh emas dan empat perak dari kejuaraan dunia dan Olimpiade.
Meski begitu, catatan waktu yang diraihnya kemarin bukanlah yang terbaik. Pada Diamond League Paris, Juli lalu (4/7), dia berhasil mencapai waktu lebih baik yakni 10,74 detik.
"Aku mulai bosan dengan 10,7 detik. Aku berharap di lomba selanjutnya bisa mencapai 10,6 detik. Aku percaya Tuhan, kerja keras, dan fokus dalam ekseksekusi bisa mengantarku sampai ke sana,"ucap Fraser-Pryce dikutip BBC.
Berbeda dengan Fraser-Pryce, Schippers sangat bangga dengan waktu yang dicatatnya di final. Raihan waktu sprinter 23 tahun tersebut merupakan rekor nasional di Negara asalnya.
"Aku sangat bahagia. Aku sekarang pelari nomor dua di dunia. Ini gila."ucap pelari kelahiran Utrecht itu dikutip Guardian.
Di lain sisi, pelari Kenya Vivian Cheruiyot menjadi yang tercepat di final 10.000 meter putri. Cheruiyot meraih emas dengan membukukan catatan waktu 31 menit 41.31 detik. Pelari Etopia Gelete Burka mendapat perak dengan finish terpaut 0,46 detik di belakang Cheruiyot (31:41.77). Medali perunggu di bawa pulang pelari AS, Emily Infeld dengan finish ketiga (31:43.49). (irr/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
