
Eduardus Nabunome dirawat menderita sakit maag dan penyumbatan pembuluh darah di dekat jantung.
JawaPos.com - Eduardus Nabunome, legenda lari nasional asal Kabupaten TTS, Provinsi NTT, sedang dirawat intensif. Dia terbaring lemah di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Berdasarkan rekam medik, pria 49 tahun itu menderita sakit maag dan penyumbatan pembuluh darah di dekat jantung. Untuk itu, dokter menyarankannya untuk tidak stress dan tetap menjalani perawatan medis hingga sembuh.
Pantauan Timor Express (Jawa Pos Group) di ruang rawat Teratai No. 613 Lantai 6, Selasa (28/3), Edu -sapaan karibnya- walau tampak terbaring lemas, namun tetap menebar senyum kepada semua kerabat dan keluarga yang silih berganti membesuknya.
Tidak sedikit atlet binaannya yang datang menjenguk dan mendoakan Edu, yang pada era 1980 hingga 1990-an selalu merajai nomor lari 5.000-10.000 meter dan maraton.
Walau dengan tubuh terpasang infus dan oksigen, dia tetap menyapa teman-temannya yang datang. Hal itu dilakukan Edu, walau dokter menyarankan untuk sementara waktu tidak banyak bicara.
"Dokter ada bilang supaya jangan banyak omong dulu," kata Edu, didampingi istrinya Marselina Piran, yang juga mantan pelari nasional asal Flores Timur.
Marselina yang kelahiran Jakarta itu menambahkan, suaminya dirawat di rumah sakit sejak Jumat (24/3). "Pak mengeluh sakit di bagian perut sehingga kita bawa ke rumah sakit. Sempat dirawat di UGD dan ICU karena sesak napas. Terus karena sudah agak baik jadi dipindahkan ke kamar, tapi tadi malam pak drop lagi. Pak sesak napas dan menderita sakit di perut," terang Marselina sambil menyuapi suaminya makan.
Masih menurut Marselina, selama ini suaminya jarang sakit apalagi sampai dirawat di rumah sakit. Hanya belakangan, emosi Edu tidak stabil, walau tekanan darahnya saat ini sudah kembali normal.
Jamaludin, salah satu rekan Edu yang diwawancarai Koran ini mengaku pada era tahun 90-an, ia dan Edu pernah tinggal sekamar selama 10 tahun. "Kami dulu pernah tinggal sama-sama. Saya pelari nasional tahun 1993, kalau Pak Edu sekira tahun 1995," kenang pria asal Makassar itu. (joo/lok/ito/ira/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
