
Para penggawa Flying Wheel saat mengikuti Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2016
JawaPos.com - Berdiri sejak 68 tahun silam membuat klub basket Flying Wheel Makassar menjadi salah satu klub bola basket tertua di tanah air. Johannis Winar dan Denny Sumargo pernah berlatih di sana. Berada di luar Jawa membuat perjalanan klub tidak mudah.
Suharto Sudarju, pelatih kepala Flying Wheel Makassar, adalah salah satu tetua klub yang tahu banyak tentang sejarah Flying Wheel. Menurut dia, Flying Wheel sejatinya sudah berdiri pada 1946, tapi belum resmi menjadi sebuah klub. "Pendiri kami adalah Irfan Winarso. Kini Flying Wheel sudah menjadi sebuah yayasan. Bukan lagi hanya perkumpulan," kata Suharto.
Seiring berjalannya waktu, banyak pemain nasional yang ditelurkan oleh tim berlambang roda terbang itu. Salah satunya adalah bintang era Kobatama dan eks shooter tim nasional Indonesia yang kini eksis sebagai pelatih klub-klub profesional papan, yaitu Johannis Winar.
Ada juga para pemain nasional era '80-an macam Elan Masli dan Herman Jiadi. Untuk generasi yang lebih muda, Suharto menyebut nama Denny Sumargo. "Denny sempat ikut berlatih di klub kami. Tapi, dia juga punya klub lain di Makassar," ucapnya.
Pada era Kobatama, Flying Wheel selalu aktif berpartisipasi dalam kompetisi. Namun, sejak liga basket itu bubar, Flying Wheel tidak pernah lagi eksis di liga basket tingkat nasional. "Rencana untuk bergabung ke liga profesional tentu ada. Tapi, kami masih harus mempersiapkan banyak hal dulu," tutur Suharto.
Dia juga berbagi pengalaman tentang suka-duka Flying Wheel mempertahankan eksistensi di Sulawesi Selatan. Menurut dia, salah satu hal yang paling sulit didapat jika menjadi tim luar Jawa adalah lawan yang sepadan untuk latih tanding.
Untuk wilayah Provinsi Sulsel saja, Suharto menyebut klub basket hanya sepuluh. Jumlah itulah yang terdaftar di Pengprov Perbasi Sulsel. Juga, semuanya bermarkas di Makassar.
"Jangan dibandingkan sama Jawa Timur. Kalau di sini, kan klub bukan hanya di Surabaya. Di Sidoarjo ada, di Malang ada, di Blitar ada. Jadi, persaingan merata. Kalau di Sulawesi Selatan belum bisa," jelas pria yang juga pemain Flying Wheel era Kobatama tersebut.
Karena itulah, papar dia, biasanya tim lokal dari luar Jawa mengalami kesulitan jika harus bersaing dengan klub dari Jawa. Sebab, persaingan pemain maupun klub belum terbentuk di tingkat daerah. "Jangan berpikir bersaing di nasional jika di regional saja belum punya liga," ucapnya.
Untuk itu, Flying Wheel sudah merintis. Di ulang tahun ke-68 Oktober lalu, Flying Wheel mengadakan kompetisi besar-besaran tingkat nasional. Kebanyakan tim dari Jakarta maupun kota lain yang biasa turun di liga profesional Indonesia ikut serta. "Kami juga sudah mengadakan sebelum-sebelumnya, tapi cuma tingkat Sulawesi Selatan," ucap Suharto.
Flying Wheel terus menyimpan asa bahwa olahraga basket di Sulawesi Selatan suatu saat nanti bisa sebesar dan semeriah di Pulau Jawa. "Kami yakin suatu saat nanti bisa. Tinggal menunggu waktu," ucap pria yang juga menjabat wakil ketua Perbasi Pengkot Makassar tersebut.
Agar semakin eksis, Flying Wheel sangat serius berpartisipasi di Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2016. Tim itu merekrut dua pemain asing, yakni Falando Cortez Jones dan Tony Jamaal Freeland. Juga ada satu pemain terkenal yang memperkuat tim tersebut, yakni mantan shooter tim nasional Andy "Batam" Poedjakesuma. Bersama barisan pemain muda lokal, Flying Wheel mencatat hasil bagus dalam ajang Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2016. Tim kebanggaan masyarakat Sulsel itu menembus semifinal. (irr/nur)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
