Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Februari 2018 | 02.33 WIB

Pecundangi Tanago, Surabaya Fever ke Semifinal

Pemain Surabaya Fever Nathania Orville (baju kuning-ungu) menerobos pertahanan Tanago Friesan. Fever menundukkan Tanago 77-45 dan melaju ke babak semifinal Srikandi Cup seri 2. - Image

Pemain Surabaya Fever Nathania Orville (baju kuning-ungu) menerobos pertahanan Tanago Friesan. Fever menundukkan Tanago 77-45 dan melaju ke babak semifinal Srikandi Cup seri 2.

JawaPos.com – Surabaya Fever berhasil melaju ke babak semifinal Srikandi Cup Seri 2 setelah mengalahkan Tanago Friesan Jakarta 77-45 di laga terakhir babak penyisihan Pool A, Rabu (31/1).


Lepas tip-off kuarter pertama, Fever berhasil unggul satu bola saja 16-14. Lambat panas di kuarter awal, Fever mulai menemukan irama permainan dan konsisten di kuarter berikutnya dengan meningkatkan margin keunggulannya 42-27.


Dibabak kedua, Tanago tidak mampu berbuat banyak oleh karena kurangnya kualitas pemain cadangan mereka. Sebaliknya, Fever semakin melaju kencang di dua kuarter sisa. Mereka menutup kuarter tiga dengan 60-33, lalu menutup kuarter akhir dengan 77-45. Mereka sukses lolos ke babak semifinal yang akan digelar tanggal 2 Februari mendatang.


Center andalan Fever, Gabriel Sophia mencetak double-double pada pertandingan kali ini dengan torehan 23 poin dan 13 rebound. Dari kubu Tanago, Jane Adelaide dapat mencetak 13 poin dan tujuh rebound.


“Pertandingan hari ini para pemain senior kami lebih bagus dibanding game sebelumnya. Tapi kita juga harus tetap waspada untuk menghadapi lawan di babak Semifinal, yang kemungkinan adalah Merah Putih Samator,”ucap pelatih Surabaya Fever Wellyanto Pribadi.


Sementara itu, Gabriel Sophia menambahkan bahwa keberhasilan mereka menang atas Tanago adalah berkat sumbangsih para pemain junior.


"Mereka bermain dengan baik. Pelatih selalu bilang anggap latihan seperti pertandingan sesungguhnya dan pertandingan sesungguhnya seperti latihan. Untuk para pemain muda Fever, saya selalu bilang kepada, jangan takut untuk beradu badan dengan saya dan pemain senior ketika latihan. Dengan demikian mental bermain mereka akan selalu terasah sepeti game sesungguhnya,”kata Gaby, panggilan akrab center andalan Fever tersebut.


Pelatih Tanago, Jali menuturkan bahwa timnya kalah karena kurang dalamnya pengalaman para pemain cadangan.


"Sebelum game saya juga memberikan analisa kepada para pemain saya, jika berhadapan dengan pemain tinggi mereka harus seperti apa dan bermain apa. Tapi yah itu, kita kalah  kelas tapi saya bangga dengan perjuangan pemain Tanago, “ katanya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore