ILUSTRASI: Kucing (Live Science)
JawaPos.com – Anjing mengubur tulang, sementara kucing mengubur kotoran.
Menyembunyikan kotoran adalah naluri alami kucing, tetapi itu bukan hanya karena kucing terobsesi dengan kebersihan.
Dikutip dari Live Science, Senin (11/12), tindakan mengubur kotoran tersebut berasal dari sejarah panjang kucing yang menggunakan urine dan kotoran untuk menandai wilayahnya.
Kotoran kucing mungkin memiliki bau yang menyengat dan mengganggu bagi manusia.
Akan tetapi, kucing dapat membedakan kotorannya dengan kotoran kucing lainnya berkat penanda aroma kimia unik yang disebut feromon, yang terdapat dalam urine dan kotorannya.
Di alam liar, kucing dominan termasuk genus Panthera, seperti singa, harimau, macan tutul, dan jaguar yang bersaing memperebutkan wilayah sering kali tidak mengubur kotorannya sebagai tanda bahwa mereka ingin mengklaim wilayah tertentu.
Kucing liar yang lebih kecil atau lebih lemah mengubur kotorannya sebagai cara untuk memastikan bahwa kucing dominan tidak merasa tertantang.
Kucing liar juga akan menyembunyikan kotorannya untuk menghindari menarik perhatian predator yang tidak diinginkan ke dirinya sendiri atau ke sarang anak kucingnya.
Kucing indoor yang didomestikasi memiliki naluri dan perlindungan diri yang kuat. Meski tidak ada predator di rumah manusia, kucing mungkin tidak akan begitu yakin dan akan mengubur kotorannya untuk berjaga-jaga.
Kebiasaan kucing peliharaan mengubur kotoran juga merupakan cara ‘halus’ kucing mengatakan bahwa dia mengenali manusia atau pemiliknya sebagai ‘kucing’ yang dominan di rumah.
“Di rumah yang tidak terganggu, semua kucing domestik melihat dirinya sebagai bawahan dari pemiliknya, jadi dalam keadaan normal, semua kucing domestik menggunakan litter box atau mengubur kotorannya di taman,” kata ahli ilmu hewan dan ilmu perilaku hewan, Desmond Morris dan bukunya yang berjudul ‘Catlore’.
Salah satu alasan kucing peliharaan memilih untuk tidak menggunakan litter box-nya mungkin karena mereka menganggap dirinya dominan terhadap pemiliknya.
Namun, hal ini tidak selalu terjadi, karena perilaku yang tampaknya memberontak ini juga bisa disebabkan oleh penyakit, infeksi saluran kemih, masalah perut, atau sekadar kurangnya pelatihan tentang cara menggunakan litter box dengan benar.
Naluri alami kucing untuk mengubur diperkuat dengan melihat induknya melakukan tugas tersebut, sehingga beberapa anak kucing mungkin perlu diajari cara menggunakan litter box.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
