
Aryna Sabalenka of Belarus holds the trophy after her victory in the women
SEBAGAI atlet, tampil di turnamen internasional dengan membawa bendera negara asal jelas suatu kebanggaan. Namun, jika bendera itu sedang dilarang untuk diperlihatkan, tidak ada yang bisa dilakukan si atlet.
Itulah yang kini dirasakan petenis Belarus Aryna Sabalenka di Australia Terbuka. Akibat invasi militer ke Ukraina, bendera Rusia dan Belarus dilarang nampang di turnamen tersebut. Atlet yang datang dari dua negara itu dihitung sebagai kontingen netral.
"Sebenarnya, bagiku tenis adalah tenis. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan politik. Sebagai atlet, aku tidak punya kendali sama sekali akan hal itu?’’ ucap Sabalenka, seperti dilansir Sportbible. Namun, jika dengan melarang bendera negaranya dipasang bisa membuat banyak pihak merasa lebih baik, petenis ranking 5 dunia itu hanya bisa pasrah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
