
Grafolog Gusti Aju Dewi. (Instagram: @gustiajudewi)
JawaPos.com - Sosok Gusti Aju Dewi menjadi sorotan publik setelah dia berhadapan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pertemuannya dengan orang nomor satu di Jawa Barat itu saat menyampaikan paparan hasil analisisnya terhadap anak-anak yang "disekolahkan" alias pada Program Pendidikan Kebangsaan (PPK) di barak militer selama 18 hari.
Gusti Aju Dewi merupakan seorang grafolog yang terlibat bersama para pembina dan psikolog di PPK Jawa Barat. Dari hasil analisisnya, anak-anak yang mengikuti PPK di barak militer mengalami ketidakseimbangan antara figur ayah dan ibu. Praktis, kehadiran prajurit TNI dan para mentor bisa mengisi ketidakseimbangan itu.
Tidak hanya itu, anak-anak di barak militer juga mengalami kondisi emosional yang babak belur, kesulitan mendapatkan penerimaan, dan kesulitan pula mengekspresikan diri mereka. Melihat analisis itu, tentu menjadi hal yang menarik untuk tahu lebih jauh mengenai Gusti Aju Dewi.
Jejak kiprah Gusti Aju tentu tak bisa diragukan lagi. Sebab, Gusti telah menganalisis ribuan tulisan tangan dari berbagai kalangan. Hal itu termasuk figur publik seperti Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Dirjen IKP Kominfo Prabu Revolusi, hingga sejumlah artis nasional termasuk Kiky Saputri.
Bahkan, pada Sabtu, 2 November 2024, Gusti Aju sempat berkontribusi sebagai salah satu pengajar pada kuliah umum di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Polwan Polri di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, 800 polwan diperkenalkan dengan ilmu grafologi. Suatu keterampilan yang diharapkan bisa mendukung tugas mereka sebagai aparat penegak hukum.
Bagi yang belum tahu, Grafologi merupakan ilmu yang mempelajari kepribadian seseorang melalui tulisan tangan. Dalam grafologi, grafolog bisa menganalisis berbagai elemen tulisan tangan, seperti bentuk huruf, ukuran, spasi, tekanan pena, dan lain sebagainya.
Teruntuk jejak karirnya, Gusti Aju juga sempat menjadi salah satu pembicara internasional pada Konferensi Forensik & Grafologi di Kampus La Universidad Interamericana para el Desarrollo, Meksiko pada 23–26 September 2024.
Gusti yang saat itu sedang menempuh studi Magister Informatika (Master AI) di School of Computer Science Universitas Nusa Putra, membahas mengenai relevansi grafologi di era kecerdasan buatan (AI).
Hal ini tentu membuktikan bahwa Indonesia juga mampu berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan pada tingkat internasional. Tak hanya itu, Gusti Aju juga mendirikan ISOG (Indonesian School of Graphologist). Institusi ini bertujuan membantu masyarakat yang berminat dengan grafologi secara profesional. Didukung pula oleh sejumlah Grafolog Internasional.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
