
Sriwijaya FC masih belum bisa bernapas dengan lega usai terdegradasi ke Liga 2.
JawaPos.com - Kondisi Sriwijaya FC usai terdegradasi ke Liga 2 tak kunjung membaik. Kondisi finansial klub masih kembang kempis. Napas mereka bahkan sudah Senin-Kamis.
Untuk memperbaiki kondisi tim, Sriwijaya sangat butuh suntikan dana segar dari investor. Hal ini sudah ditanggapi langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dengan rencana melakukan pembelian saham PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM). Namun, hingga kini hal itu belum juga terealisasi.
"Kami berharap Pak Gubernur secepatnya melakukan aksi pembelian saham PT SOM untuk selamatkan Sriwijaya FC. Kalau bisa, jangan sampai habis tahun 2018. Kini, kami butuh aksi nyata penyelamatan Sriwijaya FC," ungkap ketua suporter Sriwijaya FC berbendera Singa Mania, Ariyadi Eko Neori, Minggu (23/12).
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru, ingin membeli 51 persen saham PT SOM, selaku badan hukum Sriwijaya FC. Pembelian dilakukan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Sumsel. Dipercaya, langkah ini bisa menjadi solusi mengurangi krisis finansial yang membelit Laskar Wong Kito.
Saat ini, manajemen Sriwijaya FC belum bisa membayar dua bulan gaji pemainnya. Fakta itu terkuak setelah Eko Neori mendengarkan keluhan kapten tim, Yu Hyun Koo.
Manajemen juga belum bisa berikan garansi masa depan para pemain yang sama-sama berjuang di Liga 1 musim 2018. Manajemen cenderung pasif karena belum punya dana untuk arungi kompetisi Liga 2 musim 2019. Bahkan, biaya dari kompetisi kemarin saja statusnya masih ada yang ngutang.
"PSSI dan PT LIB, selaku operator kompetisi sepak bola Indonesia, tidak permasalahkan BUMD beli saham PT SOM asal sesuai ketentuan berlaku. Ini harus direspons cepat oleh Pak Gubernur agar Sriwijaya FC yang jadi kebanggaan kita ini bisa tetap eksis dan kembali ke Liga 1," ucapnya.
Rencananya, Eko Neori juga akan menemui Gubernur Herman Deru untuk sampaikan keinginan suporter itu secara langsung. Waktunya dijadwalkan dalam sepekan ini.
"Belum ada pemain yang pasti di musim 2019. Sampai kini, bahkan dua bulan gaji pemain musim 2018 belum dibayar dan mereka mayoritas habis kontrak akhir tahun ini. Jelas mengkhawatirkan untuk masa depan Sriwijaya FC," terangnya.
Setali tiga uang dengan ketua suporter Sriwijaya FC berbendera S-Man, Edy Ismail. Dia juga inginkan tindakan cepat Gubernur Herman Deru selamatkan Sriwijaya FC.
"Sekarang tinggal gubernurnya suka bola apa nggak? Mau selamatkan Sriwijaya FC apa nggak. Karena sudah nggak ada waktu lagi. Harus gerak cepat jika ingin Sriwijaya FC tetap eksis," tukas Edy.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
