alexametrics

Persebaya Sengaja Melepas Lisensi Pro AFC, Persija Bakal Banding

21 November 2020, 11:05:51 WIB

JawaPos.com – Enam klub Liga 1 kemarin diumumkan lolos dan mendapatkan lisensi profesional dari AFC. Keenamnya adalah Bali United, Persib Bandung, Bhayangkara FC, Borneo FC, Arema FC, dan Persipura Jayapura.

Banyak yang terkejut dengan keputusan yang dihasilkan dari rapat AFC Club Licensing Cycle itu. Sebab, beberapa klub yang dianggap layak ternyata tidak lolos. Di antaranya adalah dua klub besar Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta.

Ternyata, manajemen Green Force –julukan Persebaya– memang sengaja tidak ikut dalam verifikasi lisensi AFC tahun ini. ’’Kami (Persebaya) memang sengaja melepas (lisensi AFC),’’ kata Manajer Licensing Persebaya Ram Surahman saat dihubungi Jawa Pos tadi malam.

Ada beberapa faktor yang membuat manajemen memilih tidak ikut verifikasi. Alasan pertama tentu saja karena kondisi pandemi. ’’Apalagi, kompetisi juga nggak jalan. Jadi, kami nggak memaksakan diri,’’ jelas Ram.

Faktor berikutnya adalah soal waktu verifikasi yang diberikan kepada klub. Ram menjelaskan, PSSI melakukan verifikasi pada 19–21 November. Artinya, hanya ada tiga hari untuk melakukan verifikasi.

Waktu itu dinilai tidak cukup bagi manajemen untuk mempersiapkan segala persyaratan lisensi. ’’Contoh, untuk audit finansial saja, setidaknya kami butuh waktu satu bulan,’’ tambah Ram.

Karena itu, daripada memaksakan ikut verifikasi, manajemen memilih menahan diri. Apalagi, menurut Ram, menyiapkan segala persyaratan butuh waktu lama.

’’Verifikasi tahun lalu saja klub diberi waktu sampai empat bulan,’’ ungkapnya.

Alasan terakhir adalah soal infrastruktur. Selama ini, Persebaya selalu menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai home base. Praktis, GBT harus didaftarkan sebagai salah satu syarat lisensi. Masalahnya, GBT saat ini sedang direnovasi untuk persiapan Piala Dunia U-20 tahun depan.

Persebaya kemudian ingin mengajukan Stadion Gelora Delta sebagai home base. Namun, kapasitas penerangan Gelora Delta masih di bawah standar AFC. Dari situ, PSSI mengarahkan agar Persebaya memakai Stadion Pakansari sebagai home base.

’’Akhirnya, kami bahas dan kami putuskan untuk tidak mengejar lisensi. Apalagi kalau kami harus main ke Pakansari itu akan memberatkan tim juga,’’ paparnya.

Sementara itu, Persija yang tahun lalu lolos dan mendapat lisensi profesional dari AFC cukup kaget dengan keputusan yang dikeluarkan AFC Club Licensing tersebut. Direktur Olahraga Persija Ferry Paulus mengaku heran dengan hasil tersebut.

Menurut dia, ini kali pertama proposal Macan Kemayoran ditolak dan dinyatakan tidak lolos verifikasi serta standardisasi dari AFC. ’’Saya juga kaget Persija bisa tidak lolos,’’ ucapnya.

Dia mencoba menjabarkan satu per satu kelima aspek yang sebenarnya sudah dipenuhi Persija. Sporting, misalnya. Ferry mengatakan bahwa tim ibu kota itu sangat memenuhi standar yang diberlakukan AFC. ’’Akademi Persija musim lalu mendapat predikat the best. Bahkan di-recognize FIFA,’’ paparnya.

Selanjutnya, infrastruktur. Persija sendiri sudah mengajukan Stadion Gelora Bung Karno yang berstandar FIFA. Begitu juga masalah legal dan finance. Menurut dia, Persija sudah punya PT, bahkan akan melantai di bursa efek. Soal personal dan administrasi juga jangan ditanya keseriusannya.

Pria asal Manado itu mengaku sempat mengontak back office Persija dan menanyakan alasan timnya bisa tidak lolos verifikasi. Ternyata, Persija ada masalah di pengakuan dan pengalaman kompetensi dari sang pelatih Sergio Farias.

’’Tapi, kami sebenarnya sudah minta, tapi memang belum keluar. Kami sudah urus, tapi kan kompetisi dihentikan pada Maret,’’ lanjutnya.

Karena itu, rencananya Ferry juga bakal melakukan banding ke AFC. Kapan? ’’Secepatnya,’’ katanya. Menurut dia, Persija adalah tim yang sangat layak mendapatkan lisensi profesional dari AFC.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : rid/gus/c17/ali



Close Ads