Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 April 2024 | 04.21 WIB

Mulai Dicintai Fans Como 1907 Meski Baru Lima Tahun Memilikinya, Intip Perjalanan Hartono Bersaudara Mengakuisisi Club Bola

Como 1907, klub Italia yang dimiliki Hartono bersaudara. - Image

Como 1907, klub Italia yang dimiliki Hartono bersaudara.

JawaPos.com – Nama Hartono Bersaudara, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, tentu tidak asing lagi dalam dunia bisnis Indonesia, terutama dalam industri rokok dan perbankan.

Kekayaan mereka yang besar tidak hanya berasal dari satu sektor bisnis, tetapi dari berbagai bidang yang mereka tekuni dengan penuh komitmen dan visi yang kuat.

Hartono bersaudara merupakan pemilik salah satu rokok favorit di Indonesia, yakni Djarum. Awalnya Djarum hanya sebagai perusahaan kecil di Kudus, Jawa Tengah, namun kini telah menjadi salah satu merek rokok terbesar di Indonesia.

Melalui kualitas produk yang konsisten dan inovasi yang terus dilakukan, Djarum tetap menjadi pilihan utama bagi para pecinta kretek di Tanah Air.

Tak hanya mengukir namanya dalam industri rokok, Hartono bersaudara juga terlibat dalam sektor perbankan.

Melalui investasi di Bank Central Asia (BCA), mereka berhasil memperoleh saham yang signifikan dalam bank tersebut.

Kapitalisasi pasar BCA yang mencapai triliunan rupiah menjadi salah satu sumber kekayaan utama mereka.

Kesuksesan di bidang rokok dan perbankan, tak membuat mereka puas. Pada tahun 2019 silam, Hartono bersaudara resmi mengakuisisi salah satu tim sepak bola yang kini berlaga di kasta kedua Serie A, Como 1907.

Mereka membeli Como 1907 dengan harga 850 ribu Euro atau sekitar 5 miliar, sekaligus melunasi utang klub senilai 150 ribu Euro ketika mengakuisisinya.

Kondisi keuangan klub yang tak sehat membuat harga jual klub tidak terlalu mahal. Djarum Group, melalui SENT Entertainment LTD mengakuisisi mayoritas saham Como 1973.

Dilansir dari Laprovincia di Como, SENT Entertainment LTD merupakan perusahaan berbasis di London yang disokong penuh oleh Robert Budi Hartono dan Robert Wijaya Suwanto. Como 1907 dibeli dalam keadaan kolaps. Manajemen klub sangat bermasalah dan memiliki banyak utang dengan banyak pihak.

“Kita beli enggak sampai Rp 5 miliar. Istilahnya nebus di pegadaian,” kata Mirwan Suwarso, perwakilan Mola TV, salah satu usaha milik Djarum, kepada media Oktober 2019 silam.

TOTALITAS UNTUK COMO 1907

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore