
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares memberikan instruksi kepada pemain saat menghadapi PSIS Semarang pada laga 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya harus puas bermain imbang 2-2 saat menghadapi PSIS Semarang dalam laga 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7). Meski gagal meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri, pelatih Bernardo Tavares menegaskan bahwa hasil akhir bukan menjadi fokus utama timnya pada pertandingan pramusim tersebut.
Dilansir dari laman resmi Persebaya, pelatih Persebaya asal Portugal Bernardo Tavares menilai laga uji coba lawan PSIS menjadi momen penting untuk melihat perkembangan skuad. Sekaligus memberi kesempatan kepada banyak pemain merasakan atmosfer pertandingan kompetitif sebelum musim super league resmi dimulai.
Sejak menit awal, Persebaya tampil agresif dan mampu menguasai jalannya pertandingan. Green Force membuka keunggulan melalui gol Alex Martins pada babak pertama. Gol tersebut sekaligus menjadi gol perdana penyerang asal Brasil itu bersama Persebaya. Memasuki babak kedua, Yann Mabella kembali membawa tuan rumah unggul setelah berhasil menambah keunggulan.
Baca Juga:Usai Piala Dunia 2026, Ini 5 Kandidat Terkuat Pemenang Ballon d'Or dari Messi hingga Lamine Yamal
Namun PSIS Semarang mampu bangkit dan memanfaatkan sejumlah peluang hingga akhirnya menyamakan kedudukan. Pertandingan pun ditutup dengan skor 2-2.
Usai laga, Tavares menjelaskan bahwa rotasi pemain memang sudah menjadi bagian dari rencana tim. Dia sengaja memberikan menit bermain kepada banyak pemain agar bisa menilai kemampuan mereka saat tampil di bawah tekanan pertandingan.
Menurut dia, atmosfer pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo tentu sangat berbeda dibanding sesi latihan. Karena itu, laga seperti ini menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi tim pelatih.
Baca Juga:Terungkap! Pukulan Nahuel Molina ke Rodri Picu Baku Dorong Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia
Tavares mengaku cukup puas dengan sejumlah aspek permainan anak asuhnya. Dia menilai Persebaya mampu menciptakan banyak peluang dan beberapa kali berhasil menekan permainan PSIS.
Meski demikian, dia masih menemukan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Dua gol yang bersarang ke gawang Persebaya dinilai terjadi akibat kesalahan individu maupun koordinasi tim yang seharusnya bisa dihindari.
Selain lini pertahanan, penyelesaian akhir juga menjadi perhatian pelatih berusia 46 tahun tersebut. Menurut dia, Persebaya memiliki cukup banyak peluang untuk menambah gol, tetapi belum mampu memanfaatkannya secara maksimal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
