
Para pemain sepak bola Timnas Indonesia mengikuti latihan resmi jelang pertandingan FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Timnas Indonesia memiliki catatan yang cukup unik saat menghadapi Oman. Skuad Garuda pernah begitu dominan pada akhir 1980-an. Tapi, setelah itu, kemenangan seakan menjauh dari genggaman.
Malam ini, Indonesia kembali berjumpa Oman dalam FIFA Matchday 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi pelatih John Herdman untuk mengakhiri puasa kemenangan yang sudah berlangsung selama 38 tahun.
Ya, terakhir kali Indonesia menaklukkan Oman terjadi pada King’s Cup 1988 di Bangkok, Thailand. Saat itu Garuda menang meyakinkan dengan skor 3-0. Setahun sebelumnya, Indonesia juga berhasil membungkam Oman 2-0 dalam turnamen yang sama.
Namun, setelah kemenangan tersebut, Indonesia tidak pernah lagi merasakan hasil positif saat berhadapan dengan Oman. Dari empat pertemuan berikutnya, Garuda hanya sekali bermain imbang dan tiga kali menelan kekalahan.
Secara keseluruhan, kedua tim sudah bertemu enam kali. Indonesia mengoleksi dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Catatan gol kedua tim pun cukup berimbang. Indonesia mencetak enam gol, sementara Oman membukukan tujuh gol.
Meskipun demikian, situasi kali ini berbeda. Indonesia datang dengan wajah baru di bawah asuhan Herdman. Dalam dua pertandingan pertamanya, pelatih asal Inggris itu mulai membangun identitas permainan yang lebih agresif dan berani menguasai bola.
Namun, saat Indonesia diharapkan tampil dengan kekuatan terbaiknya, Herdman kehilangan Jay Idzes di lini belakang.
“Saya pikir Anda tidak bisa menggantikan Idzes. Itu jawaban sederhananya. Apa yang telah dia lakukan kepada tim, dia adalah pemimpin sejati, pemimpin yang sebenarnya. Dia peduli tentang misi untuk meloloskan tim ini (ke Piala Dunia, Red) untuk membawanya ke level berikutnya. Dia tak tergantikan, sesederhana itu,” tegas Herdman.
Herdman tidak kehilangan cara. Herdman memiliki sejumlah pemain yang bisa menggantikannya. Dia mengindikasikan bahwa Elkan Baggott adalah pengganti Idzes secara kepribadian di lapangan.
“Kami memang memiliki para pemain seperti Elkan Baggott yang memiliki kepribadian serupa dalam hal hasrat untuk membantu orang, hasratnya untuk mengutamakan tim dan juga kemampuannya sebagai defender,” tambahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
