
Bek Timnas Indonesia Kevin Diks. (Istimewa)
JawaPos.com–Nama Bakarbessy bukan sekadar identitas keluarga di Maluku. Marga ini berasal dari Negeri Waai, Salahutu, Maluku Tengah, dan dikenal sebagai salah satu garis keturunan pemimpin adat di wilayah tersebut.
Dalam konteks sepak bola saat ini, nama Bakarbessy kini semakin dikenal luas berkat kiprah Kevin Diks di kompetisi elite Eropa, khususnya Bundesliga. Bek Timnas Indonesia keturunan Belanda ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana warisan budaya dan prestasi profesional bisa berjalan beriringan.
Di lapangan, Kevin Diks dikenal sebagai bek serbabisa yang mampu mengisi berbagai posisi, mulai dari bek tengah, bek kiri, hingga bek kanan. Meski demikian, peran utamanya lebih sering berada di posisi bek tengah kiri, terutama dalam skema build up pendek.
Dalam fase pembangunan serangan, Diks memiliki tugas penting untuk mengalirkan bola dari lini belakang ke middle third. Perannya tidak hanya berhenti di distribusi bola, tetapi juga menjadi bagian dari ancaman saat situasi bola mati.
Bersama klubnya di Bundesliga, dia bahkan dipercaya sebagai eksekutor penalti dengan catatan sempurna empat gol dari empat kesempatan. Menurut analis video klub Jan-Ole Heck, ada dua kualitas utama yang membuat Diks menonjol, yakni kemampuan bertahan satu lawan satu dan kontribusinya saat menguasai bola.
Hal ini terlihat jelas dalam gaya bermainnya yang tenang namun efektif. Dari sisi distribusi, mayoritas aksi passing Diks terjadi di sisi kiri lapangan. Dia aktif sejak fase build up hingga transisi ke tengah lapangan.
Meski kontribusinya di sepertiga akhir tidak terlalu dominan dengan hanya sekitar 6,5 persen passing menuju final third perannya tetap krusial dalam menjaga aliran bola. Secara statistik, dia termasuk bek dengan kemampuan passing progresif di atas rata-rata, baik dalam umpan ke depan, long pass, maupun peluang yang diciptakan dari open play.
Dalam aspek bertahan, kemampuan duel satu lawan satu menjadi salah satu kekuatan utama Diks. Dia kerap mengarahkan pergerakan lawan ke sisi lapangan untuk mempersempit ruang gerak, sebuah teknik defensif yang efektif.
Di sisi kiri, dia mampu memenangkan sekitar 60 persen duel, baik di udara maupun dalam tekel. Meski begitu, performanya masih bisa ditingkatkan di area half space kiri dan kotak penalti.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
