
Alistair Smith bergabung dengan PSSI untuk mendongkrak kualitas pelatih dan pembinaan sepak bola Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com–Langkah serius terus dilakukan PSSI dalam membangun fondasi sepak bola nasional. Di bawah arahan Direktur Teknik Alexander Zwiers, fokus pengembangan kini tak hanya tertuju pada prestasi Timnas Indonesia, tetapi juga peningkatan kualitas pelatih di seluruh level.
Terbaru, PSSI resmi mendatangkan Alistair Smith untuk memperkuat departemen pendidikan dan pengembangan. Kehadiran sosok berpengalaman ini diharapkan membawa perubahan signifikan dalam sistem pembinaan pelatih di Tanah Air.
Alistair Smith bukan nama sembarangan di dunia sepak bola. Dia dikenal sebagai konsultan pembelajaran sepak bola dengan pengalaman lebih dari dua dekade bersama The Football Association (FA).
Baca Juga:Wayne Rooney Kritik Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Sebut Atmosfer Paling Sepi Sepanjang Sejarah
Selama di sana, dia terlibat dalam pengembangan berbagai program pendidikan pelatih, termasuk merancang kursus pelatih elite pertama. Salah satu kontribusi pentingnya adalah mengarahkan lisensi tertinggi kepelatihan, yakni UEFA Pro Licence, menjadi lebih berbasis kompetensi.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pelatih secara lebih terukur dan relevan dengan kebutuhan sepak bola modern. Tak hanya itu, Smith juga berperan dalam menyusun program pengembangan pelatih yang berdampak luas.
Tercatat, lebih dari 30.000 pelatih berlisensi telah merasakan manfaat dari sistem yang dia bantu kembangkan bersama FA. Pengalamannya tak berhenti di Inggris. Smith juga pernah bekerja sama dengan UEFA yang bermarkas di Nyon, Swiss.
Di sana, dia membantu merancang konferensi bagi para pendidik pelatih serta menyusun protokol pembelajaran orang dewasa yang dapat diterapkan oleh 55 federasi anggota UEFA.
Kini, dengan bergabungnya Smith ke PSSI, peluang peningkatan kualitas pelatih Indonesia semakin terbuka lebar. Fokus utama tidak hanya pada jumlah pelatih berlisensi, tetapi juga kualitas metode pelatihan yang diterapkan, terutama di level usia muda.
Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang berkelanjutan. Dengan pelatih yang kompeten, pembinaan pemain muda dapat berjalan lebih sistematis dan terarah.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
