Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Maret 2026, 19.31 WIB

Tempuh 258 Km Demi Persebaya! Kisah Setyawan, Bonek Grobogan yang Tak Pernah Lelah ke Gelora Bung Tomo

Dukungan Bonek untuk Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo. (Persebaya) - Image

Dukungan Bonek untuk Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

JawaPos.com — Tempuh jarak 258 kilometer bukan perkara ringan bagi Setyawan. Namun demi mendukung Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo, jarak sejauh itu justru terasa seperti panggilan hati.

Cinta kadang tumbuh dari hal yang tak terduga. Bukan karena jarak terdekat, bukan pula karena faktor geografis, melainkan karena rasa yang sulit dijelaskan dengan logika.

Itulah yang dialami Setyawan, Bonek asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Daerahnya lebih dekat ke Semarang, tetapi hatinya justru tertambat kuat pada Persebaya Surabaya.

Setiap kali rindu itu datang, Setyawan tahu harus ke mana melangkah. Dari Grobogan, ia naik kereta api menuju Stasiun Pasar Turi, Surabaya, lalu melanjutkan perjalanan ke Stadion Gelora Bung Tomo.

Perjalanan berjam-jam ia tempuh hanya untuk satu tujuan. Berdiri di tribun, menyaksikan Persebaya Surabaya bertanding dengan penuh kebanggaan.

Terkadang Setyawan berangkat seorang diri. Duduk diam di kursi kereta, memandangi rel yang terus bergerak sambil membayangkan atmosfer stadion yang segera ia rasakan.

Namun di lain waktu, ia mengajak teman-temannya. Bisa sampai enam orang beramai-ramai, menjadikan perjalanan panjang itu seperti ziarah kecil menuju rumah kedua.

“Kadang saya nonton sendiri. Kadang ajak teman-teman, bisa sampai enam orang. Biar capeknya terasa ringan,” ujar Setyawan dikutip dari laman resmi klub.

Bagi sebagian orang, pilihannya mungkin terasa janggal. Grobogan lebih dekat dengan Semarang yang menjadi markas PSIS Semarang.

Secara logika, dukungan mestinya mengarah ke tim terdekat. Namun hati tidak selalu berjalan seiring dengan peta.

Awalnya sederhana. Ia sering melihat orang tuanya menonton pertandingan sepak bola di televisi, dan dari situlah kecintaannya pada olahraga ini tumbuh.

Momen yang benar-benar membekas hadir pada musim 2004. Saat itu Persebaya Surabaya tampil dengan karakter kuat dan pemain-pemain yang meninggalkan kesan mendalam di benaknya.

Ia masih ingat sosok Zhen Cheng yang menjadi salah satu pemain asing andalan saat itu. Nama tersebut melekat dalam ingatannya sebagai bagian dari awal kisah cintanya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore