Pemain Persebaya Surabaya berusaha bangkit jelang laga krusial melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)
JawaPos.com — Klasemen Persebaya Surabaya resmi berubah panas jelang duel kontra PSM Makassar. Posisi Green Force terancam dikudeta Bhayangkara FC, membuat laga pekan ke-23 Super League 2025/2026 terasa seperti partai hidup mati.
Persebaya Surabaya akan menjamu PSM pada Rabu (25/2/2026) malam di Stadion Gelora Bung Tomo. Duel klasik ini datang di momen krusial saat tekanan mulai menggerogoti ruang ganti tim.
Dua hasil minor membuat situasi makin pelik bagi skuad asuhan Persebaya Surabaya. Kekalahan dari Bhayangkara dan tumbang di kandang Persijap Jepara meninggalkan luka yang belum benar-benar pulih.
Rentetan hasil tersebut bukan sekadar catatan angka di papan klasemen. Atmosfer kompetisi langsung berubah, apalagi jarak poin di papan tengah begitu rapat.
Dalam klasemen sementara, Persib Bandung dan Persija Jakarta bersaing ketat di papan atas dengan 50 poin. Borneo Samarinda, Malut United, Bhayangkara Presisi Indonesia FC, Persebaya Surabaya, hingga Persita saling sikut di bawahnya.
Bhayangkara Presisi Indonesia FC kini mengoleksi 35 poin dari 23 laga. Sementara Persebaya Surabaya mengantongi 35 poin dari 22 pertandingan, namun kalah head to head sehingga harus rela turun ke posisi keenam.
Situasi ini memantik reaksi keras dari Bonek. Dukungan berubah menjadi seruan lantang agar kemenangan diraih dengan cara apa pun saat melawan PSM Makassar.
“Saiki bhayangkara nang klasemen no. 5,” ujar salah satu Bonek. Nada kecewa itu menggambarkan kegelisahan suporter melihat tim kesayangan disalip rival langsung.
“Klasemen mu di salip karo bhayangkara,” ujar salah satu Bonek. Kalimat singkat itu menyebar cepat di media sosial dan menjadi pengingat posisi yang tak lagi aman.
Di tengah kekhawatiran, optimisme tetap menyala. “Bismillah besok harus 3 poin jol,” ujar salah satu Bonek.
Dukungan penuh harapan juga terus mengalir. “Bismillah percaya proses, ayo tiga point,” ujar salah satu Bonek.
Seruan paling sederhana justru paling menggema. “3 poin rekkkkk,” ujar salah satu Bonek.
Tekanan dari tribun jelas terasa hingga ke lapangan. Namun di balik tekanan itu, ada energi besar yang bisa menjadi bahan bakar kebangkitan Persebaya Surabaya.
Playmaker andalan, Francisco Rivera, memahami betul situasi yang sedang dihadapi timnya. Gelandang asal Meksiko itu tak menutup mata atas kekecewaan dua laga terakhir.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
