
Mauricio Souza gusar karena kerap dikritik terkait pemain baru Persija yang jarang dimainkan. (Dok: Persija)
JawaPos.com - Manajer Persija Jakarta, Marsekal Muda TNI (Purn) Ardhi Tjahjoko angkat bicara mengenai anggapan Brasil-sentris yang melekat pada pelatih Mauricio Souza. Ia memasang badan dan membela juru taktik dari Negeri Samba tersebut.
Mauricio Souza tengah menjadi sorotan dalam beberapa waktu belakangan. Semua bermula dari keputusannya yang mendatangkan banyak pemain Brasil, asal negaranya.
Bahkan dalam dua periode transfer musim 2025/2026, hampir semua pilar asing dari Brasil didatangkan. Tercatat hanya Alaeddine Ajaraie yang bukan berkewarganegaraan Negeri Samba.
Selain itu, anggapan Brasil-sentris makin kencang menyusul keputusan Souza dalam menyusun pemain untuk pertandingan. Pemain-pemain Brasil seolah jadi andalan utama, ketimbang pemain lain.
Ardhi Tjahjoko selaku manajer Persija, membantah anggapan itu. Menurutnya, jika memang Mauricio Souza terlalu Brasil-sentris, maka semua pemain asing yang ada semestinya dari Brasil.
"Kalau Brasil-sentris, ya pemainnya Brasil semua kan pemain kita. Memang pemain asingnya kan ini rata-rata Brasil semuanya, cuma satu dari Maroko ya. Saya rasa tidak (Brasil-sentris)," kata Ardhi dalam kanal YouTube Persija TV, dipetik Jumat (20/2).
"Karena saya tahu pelatih ya. Dia akan memasang pemain pada saat starting lineup-nya, itu pasti pemain yang siap," tambahnya.
Menurut Ardhi, cara Souza dalam menentukan pemain saat ini berdasarkan kesiapan pemain. Langkah itu pun dirasa adil dan tidak membeda-bedakan.
"Ya makanya. Dalam hal ini kita fair. Memang pemain Brasil itu siap dibanding yang pemain lokal. Jadi walaupun nanti yang pemain lokal tetap dikasih kesempatan juga," kata dia.
"Tapi yang mana yang paling siap, sesuai dengan tadi dokter tadi, istirahatnya semuanya, ya itu yang akan dipasang oleh Mauricio," ucapnya menambahkan.
Ketika sitanya soal perekrutan, Ardhi mengatakan bahwa pemilihan pemain Brasil bertujuan untuk memudahkan komunikasi dalam tim. Selain itu secara permainan juga akan lebih mudah kompak dan terbentuk.
"Ya. Kalau sementara ini ya belum ada. Kita kemarin beli pemain ya memang dari Brasil. Satu sisi untuk komunikasi biar, biar gampang. Terus irama main bolanya biar kelihatan juga kan di situ nanti," jelasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
