
Kuncoro (kanan) saat mengabdi di Arema FC. (Arema FC)
JawaPos.com — Kepergian legenda Arema FC, Kuncoro, menjadi kabar duka yang mengguncang sepak bola Malang. Sosok ikonik Singo Edan itu meninggal dunia dan meninggalkan jejak panjang pengabdian yang sulit tergantikan.
Kuncoro mengembuskan napas terakhir pada Minggu sore (18/1) pukul 17.15 setelah sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai penyebab meninggalnya masih terus didalami berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang.
Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Kuncoro diketahui sempat bermain sepak bola bersama rekan-rekannya. Kondisinya menurun secara tiba-tiba hingga membutuhkan penanganan medis intensif.
Situasi darurat itu membuat Kuncoro segera dibawa ke RSSA Malang untuk mendapatkan pertolongan. Namun takdir berkata lain, nyawa legenda Arema FC tersebut tak tertolong meski sempat ditangani tenaga medis.
Kepergian Kuncoro yang mendadak mengejutkan banyak pihak, khususnya keluarga besar Arema FC dan Aremania. Selama ini, ia dikenal aktif, sehat, dan selalu dekat dengan aktivitas sepak bola hingga akhir hayat.
Nama Kuncoro bukan sosok asing dalam perjalanan panjang Arema FC sejak era Galatama. Ia menjadi salah satu figur paling setia yang tumbuh dan besar bersama klub kebanggaan Malang itu.
Karier Kuncoro bersama Arema dimulai saat klub masih berkompetisi di Galatama. Sejak masa itu, ia menjelma menjadi pemain penting dengan karakter keras, disiplin, dan penuh determinasi di lapangan.
Gaya bermainnya membuat Kuncoro disegani lawan dan dicintai pendukung. Ia dikenal tak pernah setengah-setengah saat membela lambang Singo Edan di dada.
Puncak perjalanan Kuncoro sebagai pemain terjadi saat Arema menjuarai Galatama musim 1992–1993. Gelar tersebut menjadi salah satu prestasi paling bersejarah dalam perjalanan klub Arema FC.
Keberhasilan itu menempatkan Kuncoro dalam daftar legenda Arema yang tak tergantikan. Ia menjadi bagian generasi emas yang mengangkat nama Arema di panggung sepak bola nasional.
Setelah gantung sepatu, Kuncoro tak pernah benar-benar meninggalkan Arema. Ia memilih melanjutkan pengabdian sebagai pelatih di klub yang telah membesarkan namanya.
Baca Juga: Deal! Persija Jakarta Tunggu Kedatangan Ivar Jenner, Macan Kemayoran Sudah Capai Kesepakatan
Dalam berbagai periode kepelatihan, Kuncoro dipercaya menjadi asisten pelatih Arema FC. Perannya bukan sekadar teknis, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemain dan manajemen.
Dalam kondisi tertentu, Kuncoro beberapa kali didapuk sebagai pelatih caretaker. Ia hadir sebagai solusi darurat sekaligus penjaga stabilitas tim di masa-masa transisi.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
