
BELUM PERGI: Josep Gombau menanti kepastian dari manajemen Persebaya.
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali mengambil keputusan besar setelah memutus kerja sama dengan Eduardo Perez usai hasil imbang 1-1 melawan Arema FC. Situasi ini memperkuat kesan Persebaya Surabaya memang tak cocok memakai pelatih asal Spanyol karena dua nama sebelumnya sama-sama tak berdaya.
Pertandingan Derby Jawa Timur di Gelora Bung Tomo seharusnya menjadi momen kebangkitan Green Force. Namun performa tim di bawah Perez tak kunjung stabil hingga penampilan mereka kembali tersendat.
Laga sebenarnya menunjukkan agresivitas Persebaya Surabaya sejak awal babak kedua. Tendangan bebas Dejan Tumbas yang melenceng tipis menandai peluang pertama yang hampir membawa mereka unggul.
Petaka justru hadir ketika Dime Dimov salah mengantisipasi bola hingga berbuah gol bunuh diri. Keunggulan Arema pada menit ke-63 membuat tekanan bagi Perez semakin besar.
Kartu kuning kedua untuk Matheus Blade dua menit kemudian memberi angin segar bagi Persebaya Surabaya. Perez merespons cepat dengan memasukkan Rizky Dwi menggantikan Malik Risaldi agar serangan lebih hidup.
Hasilnya langsung terlihat ketika Bruno Moreira mencetak gol penyama kedudukan lewat sontekan ke tiang jauh. Stadion bergemuruh karena Persebaya Surabaya kembali memiliki momentum untuk membalikkan keadaan.
Meski terus menekan hingga menit ke-89, peluang demi peluang gagal dikonversi menjadi gol kemenangan. Sebaliknya, Arema hampir mencuri tiga poin lewat sontekan Ian Puleillo yang melintas tipis di masa tambahan waktu.
Hasil imbang itu menahan Persebaya Surabaya di posisi kedelapan klasemen dengan 16 poin. Situasi tersebut memperbesar sorotan terhadap performa tim yang tak kunjung konsisten.
Beberapa jam setelah laga, manajemen langsung menjatuhkan keputusan tegas.
“Persebaya hari ini (22/11) memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Perez. Terima kasih atas kerja sama selama enam bulan terakhir,” tulis manajemen dalam pernyataannya.
Mereka juga memberi sinyal kedatangan pelatih baru yang sudah disepakati.
“Perihal pelatih pengganti, Persebaya telah mencapai kesepakatan jangka panjang. Namun, Persebaya akan bersikap profesional menunggu tuntasnya segala urusan legalitas.”
Keputusan tersebut mencatatkan perjalanan Perez hanya bertahan 172 hari dengan 11 pertandingan dan rata-rata poin 1,45.
Angka itu terlihat moderat tetapi tetap dianggap tidak cukup untuk mengangkat Persebaya Surabaya ke persaingan papan atas.
Sebelum Perez, ada nama Josep Gombau yang bahkan lebih singkat masa baktinya. Gombau hanya bertahan 68 hari dengan enam pertandingan dan rata-rata poin 0,67.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022