
Persebaya Surabaya ditahan imbang Arema FC. (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Derbi Jatim kembali panas di Stadion Gelora Bung Tomo, tetapi babak pertama harus berakhir dengan skor kacamata saat Persebaya Surabaya ditahan imbang Arema FC. Laga pekan ke-13 Super League 2025/2026 itu berlangsung ketat sejak menit awal, meski tak satu pun peluang mampu menjebol gawang lawan.
Persebaya tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan wasit dan langsung mencoba menekan melalui kombinasi serangan cepat. Upaya cepat itu membuat pertahanan Arema harus bekerja keras menjaga rapat lini belakangnya.
Di menit ke-4, Milos Raickovic membuka ancaman pertama lewat sepakan keras yang masih bisa diblok bek Arema. Semenit berselang, giliran Bruno Moreira Soares melepaskan tembakan yang melenceng tipis dari gawang Lucas Frigeri.
Gali Freitas juga menunjukkan perannya sebagai motor serangan Persebaya dengan menciptakan peluang pada menit ke-5. Kombinasi lini depan Green Force tampak mulai menemukan ritme permainan meski belum menemui hasil.
Arema tak tinggal diam dan mencoba merespons melalui serangan balik cepat. Pada menit ke-8, Valdeci Moreira da Silva melepaskan tembakan yang juga diblok pemain belakang Persebaya.
Tensi pertandingan meningkat ketika Matheus da Conceição Nascimento diganjar kartu kuning pada menit ke-12. Duel lini tengah pun makin sengit karena kedua tim mencoba memenangkan perebutan bola lebih dini.
Persebaya semakin gencar menekan lewat Mihailo Perovic yang mendapat ruang tembak pada menit ke-19, tetapi sepakannya kembali menemui blok pemain Arema. Raickovic lalu mencoba lagi pada menit ke-24, namun arah tembakannya masih melebar.
Gali Freitas kembali menciptakan peluang pada waktu yang sama sehingga pertahanan Arema semakin tertekan. Serangan bertubi-tubi itu menunjukkan dominasi Persebaya dalam penguasaan bola maupun intensitas permainan.
Arema kembali mendapat masalah ketika Lucas Frigeri menerima kartu kuning pada menit ke-25. Kondisi itu membuat sang kiper harus bermain lebih hati-hati dalam duel udara maupun situasi set piece.
Persebaya mendapatkan peluang terbaiknya sejauh babak pertama di menit ke-30 lewat sepakan Gali Freitas yang mengarah tepat ke gawang. Lucas Frigeri sigap menepis peluang tersebut sehingga skor tetap 0-0.
Beberapa menit kemudian, Gali kembali mencoba peruntungannya namun tendangannya diblok. Serangan Persebaya tampak tak berhenti mengalir hingga laga mendekati pertengahan babak.
Arema kembali diganjar kartu kuning pada menit ke-37, kali ini untuk Dalberto Luan Belo. Situasi itu menambah daftar tekanan bagi Singo Edan yang sejak awal kesulitan mengembangkan permainan.
Persebaya masih mencari gol ketika Arief Catur Pamungkas melepaskan tembakan tepat sasaran pada menit ke-42. Namun Lucas Frigeri kembali tampil gemilang dengan posisi yang tepat untuk menghentikan peluang tersebut.
Arema tak mau pulang tanpa peluang dan mendapatkan kesempatan lewat Paulo Roberto Moccelin di menit 42 dan 43, tetapi dua-duanya terbentur rapatnya barisan pertahanan Persebaya. Moccelin menjadi ancaman paling aktif dari kubu Arema menjelang turun minum.
Di masa tambahan waktu, Persebaya kembali memberi tekanan lewat sepakan Dejan Tumbas pada menit 45+1 yang mengarah tepat ke gawang. Arief Catur juga menciptakan peluang pada momen yang sama sehingga lini belakang Arema dipaksa bertahan total.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
