Bintang Persebaya Surabaya Toni Firmansyah jadi salah satu andalan Timnas Indonesia U-22. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Garuda Muda makin unjuk gigi di kancah domestik. Para pemain muda yang berlaga di Super League 2025/2026 kini bukan sekadar pelengkap, tapi benar-benar jadi tulang punggung klub masing-masing.
Sebanyak 26 pemain muda dipanggil bergabung ke Timnas Indonesia U-22. Mereka akan disiapkan untuk tampil di SEA Games 2025 Thailand dan lebih dulu menjalani uji coba melawan Mali.
Dari daftar pemain yang dipanggil, sebagian besar adalah pilar penting di klubnya. Menit bermain tinggi jadi bukti nyata kepercayaan pelatih klub terhadap kemampuan generasi muda ini.
Salah satu yang paling menonjol adalah Toni Firmansyah, gelandang belia Persebaya Surabaya.
Wonderkid kelahiran 2006 itu mencatatkan 694 menit bermain dalam 10 pertandingan bersama Green Force di Super League 2025/2026.
Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain muda dengan menit bermain tertinggi di lini tengah.
Toni menunjukkan konsistensi luar biasa di usia yang masih sangat muda, membuktikan kualitas akademi Persebaya Surabaya tak pernah kehabisan bakat.
Permainan Toni yang tenang dan matang di lapangan tengah membuatnya dipercaya tampil reguler oleh pelatih.
Dengan visi bermain yang tajam dan kemampuan distribusi bola yang akurat, Toni jadi jembatan penting antara lini belakang dan lini depan Persebaya Surabaya.
Selain Toni, sejumlah nama lain juga bersinar di kompetisi kasta tertinggi. Dari posisi kiper, Cahya Supriadi tampil gemilang bersama PSIM Yogyakarta dengan 900 menit bermain dari 10 pertandingan tanpa tergantikan.
Kiper muda itu tampil penuh percaya diri menjaga gawang Laskar Mataram. Konsistensinya membuat Cahya kini disebut-sebut bakal jadi andalan utama Timnas U-22 di SEA Games mendatang.
Di lini belakang, Raka Cahyana juga jadi sorotan. Bek muda PSIM tersebut mencatat menit bermain tertinggi di antara rekan-rekannya, dengan 962 menit dalam 11 pertandingan dan menyumbang satu gol.
Raka tampil disiplin dan tangguh di lini pertahanan. Ketangguhannya dalam duel udara serta ketenangan saat mengawal serangan lawan membuatnya jadi andalan di lini belakang.
Nama Kadek Arel juga tidak bisa diabaikan. Pemain bertahan ini sudah tampil dalam 11 laga dengan total 640 menit bermain, hanya unggul tipis dari Kakang Rudianto yang mengoleksi 635 menit.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
