
Ketua Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng. (Meta)
JawaPos.com - Menjelang laga kontra PSS Sleman pada Minggu (19/10), PSIS Semarang menarik perhatian suporternya setelah memilih berlatih di Lapangan Gelora Weleri, Kendal. Keputusan ini memunculkan beragam reaksi, salah satunya datang dari Ketua Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng, sosok yang dikenal vokal di kalangan suporter itu menyindir kebijakan manajemen PSIS. Ia mempertanyakan alasan di balik keputusan klub yang bermarkas di Stadion Jatidiri tersebut memilih berlatih jauh dari Kota Semarang.
"Tidak mau mengalah sama Tornado. Tornado klub Kendal kandang di Jatidiri, latihan mutar-mutar di lapangan desa-desa di Kendal," tulisnya.
"PSIS Semarang kandang Jatidiri, latihan mutar-mutar di Weleri Kendal. Apa PSIS benar mau pindah ke Kendal? Soale kandang di Jatidiri tidak kuat mbayarnya, kalau di Kendal murah meriah. Yang pintar siapa ya? Konsultane itu siapa sebenarnya?"
Komentar tersebut sontak menjadi bahan perbincangan di kalangan suporter Laskar Mahesa Jenar. Banyak yang menilai kritik Wareng mewakili keresahan para pendukung yang mempertanyakan arah kebijakan tim kesayangan mereka.
Sebagai informasi, PSIS memang tak asing dengan wilayah Kendal. Sebelum menggunakan Lapangan Gelora Weleri, tim sempat berlatih di Lapangan Desa Putatgede, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal. Namun, dalam beberapa musim terakhir, PSIS lebih sering berlatih di Lapangan Wisesa, Mranggen, Kabupaten Demak.
Belum ada keterangan resmi dari manajemen PSIS terkait alasan pemilihan Weleri sebagai lokasi latihan jelang laga penting melawan PSS Sleman tersebut. Namun, beberapa pihak menduga keputusan ini berkaitan dengan ketersediaan fasilitas dan efisiensi biaya.
Di sisi lain, kritik dari Panser Biru menjadi pengingat bahwa komunikasi antara manajemen dan suporter tetap penting. Sebagai bagian dari identitas klub, suara pendukung kerap kali mencerminkan harapan agar PSIS tidak kehilangan jiwa Semarangnya, meski berlatih di luar kota.
Dengan kritikan yang terus datang dari suporternya, publik kini menanti respons resmi dari manajemen PSIS Semarang. Apakah keputusan berlatih di Kendal hanya bersifat sementara, atau justru menjadi sinyal perubahan homebase tim ke depan? Hanya waktu yang akan menjawab.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022