Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 16.00 WIB

PSSI Harus Sadar! Blunder Fatal Pergantian Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert Jadi Biang Kegagalan Timnas Indonesia?

Shin Tae-yong (kiri) dan Patrick Kluivert. (Getty Images/Etsuo Hara)

 

JawaPos.com - Kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 menimbulkan tanda tanya besar, apa dan siapa yang salah? PSSI sebagai federasi pun dianggap jadi pihak yang cukup berperan atau punya andil besar dalam pencapaian negatif ini.

Timnas Indonesia harus mengubur mimpinya dalam-dalam beberapa hari lalu. Peluang skuad Garuda maju ke Piala Dunia 2026 seketika pupus setelah menelan kekalahan dari Irak (0-1) di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Minggu (12/10) dini hari WIB.

Hasil itu merupakan kekalahan kedua yang ditelan Timnas Indonesia di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Sebelumnya, Garuda juga menyerah di tangan tuan rumah Arab Saudi (2-3) di stadion yang sama, tiga hari sebelumnya.

Dua kekalahan otomatis membuat Timnas Indonesia jadi juru kunci Grup B. Garuda pun dipastikan gagal melangkah ke Piala Dunia 2026, yang merupakan mimpi terbesar seluruh publik sepak bola nasional.

Pengamat sepak bola Aun Rahman menilai kegagalan ini tak lepas dari ketidakmampuan Timnas Indonesia mengatasi tekanan besar sebelum pertandingan. Terutama di putaran keempat, yang menurutnya keadaannya lebih genting ketimbang putaran-putaran sebelumnya.

"Itu kan babak yang menentukan hasil Garuda untuk lolos ke Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, Meksiko. Pressure-nya tinggi, high level game juga," kata Aun saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (14/10).

"Istilahnya apa yang terjadi di lapangan merupakan pertandingan dengan tensi yang tinggi, high level games dan tentunya beda dengan ketika Indonesia main di ronde-ronde sebelumnya," tambahnya.

Menurut Aun, kualitas Timnas Indonesia sebenarnya tidak jomplang dengan Arab Saudi maupun Irak. Hal itu dibuktikan dengan skor dua kekalahan yang ditelan Garuda sangat tipis.

Namun, kekalahan Garuda dipengaruhi oleh satu aspek kecil, yakni pendekatan pelatih Patrick Kluivert yang dirasa Aun kurang tepat.

"Indonesia kan kalahnya tipis. Bukan kalah kayak waktu dibantai Irak di Basra itu (5-1) atau dibantai sama Australia di Sydney. Skornya telak kan. Jepang juga kalah telak. Tapi, ini skornya tipis-tipis, ini menandakan sebenarnya secara kualitas tim tidak tertinggal," jelas Aun.

"Cuma bagaimana pendekatan tim pelatih game modelnya, approach-nya juga pendekatan taktis untuk menghadapi pertandingan sehingga kita istilahnya tidak mendapatkan resolve yang diinginkan," imbuh dia.

Aun sadar bahwa ketidaksempurnaan Patrick Kluivert karena ia termasuk pelatih baru di Timnas Indonesia. Ia memahami bila juru taktik asal Belanda itu butuh waktu untuk beradaptasi dan menemukan pendekatan yang tepat untuk Garuda, yang diperkuat banyak pemain diaspora dan kelahiran asli Indonesia.

Namun, Aun menyatakan bahwa pemberian waktu dan kesempatan untuk Kluivert sulit dipahami. Pasalnya, PSSI sebagai federasi kerap menyebut bahwa pergantian pelatih Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert bertujuan untuk dapat hasil.

"Jadi mau nggak mau, suporter dan juga publik menagih hal tersebut. Karena kan dibilangnya tujuannya untuk mencari dan memastikan lolos atau tidaknya Indonesia ke Piala Dunia. Nah, kalau bicara proses, jadinya enggak fair dong dengan situasi pelatih sebelumnya," terang dia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore