Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Oktober 2025 | 20.09 WIB

Rahasia Pemulihan Cepat Ole Romeny, Dokter Gizi Ungkap Prinsip Diet Anti-Inflamasi dan Pentingnya Nutrisi Atlet

Ole Romeny dipanggil memperkuat Timnas Indonesia meski masih diragukan tampil. (X @TimnasIndonesia)

 

JawaPos.com - Langkah ekstrem dilakukan pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny. Striker Oxford United itu mengeliminasi total konsumsi gula tambahan selama proses pemulihan cederanya.

Menjadi perbincangan mendalam antara Tommy Desky dan Dokter Chintya Tedjaatmadja, Spesialis Gizi Klinik, mengenai peran krusial nutrisi dalam proses penyembuhan yang dilakukan Romeny.

"Gizi memegang peranan sangat penting dalam olahraga, apalagi ketika seorang atlet berada dalam kondisi cedera, karena cedera secara alami memicu peningkatan proses inflamasi (peradangan) di dalam tubuh," ujar Tommy Desky.

Peran utama gizi saat cedera adalah bagaimana pola makan yang bersifat anti-inflamasi, sekaligus menghindari bahan makanan yang justru dapat memperburuk cedera yang sudah ada. 

Tujuannya adalah meredam peradangan alami akibat cedera dan mencegah peningkatan peradangan lebih lanjut yang dapat menghambat kecepatan penyembuhan. 

Memahami hubungan antara makanan dan inflamasi adalah kunci untuk mempercepat recovery. Dokter Chyntia mengingatkan, bagi siapa pun yang mengalami cedera, untuk tidak melakukan diet ekstrem.

"Terpenting memastikan asupan protein cukup, baik dari sumber hewani maupun nabati, karena protein merupakan fondasi esensial dalam membantu proses regenerasi sel dan penyembuhan luka yang terjadi," ungkap Dokter Chyntia.

Dokter Chyntia menyampaikan kekagumannya terhadap Romeny, di mana seorang atlet tidak akan mencapai potensi maksimalnya jika hanya fokus pada latihan tanpa memperhatikan nutrisi.

Nutrisi memegang peranan krusial tidak hanya dalam meningkatkan performa, tetapi juga dalam proses recovery cedera. Atlet yang sadar nutrisi adalah aset bangsa yang harus diperhatikan.

Kasus Romeny menjadi pembelajaran universal bahwa gula tambahan—yang kini marak ditemukan dalam minuman kekinian dan makanan sekitar kita—dapat meningkatkan inflamasi. 

Peningkatan inflamasi jangka panjang ini berpotensi merugikan kesehatan secara keseluruhan, tidak hanya bagi atlet yang cedera. Masyarakat umum diimbau untuk selalu memperhatikan jumlah asupan gula tambahan untuk kesehatan masa depan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore