
Suporter Persis Solo Bentangkan Spanduk Posisi Bwosss? (ig ngobrolduniabola)
JawaPos.com-Dukungan yang biasanya bergemuruh untuk Persis Solo berubah menjadi pernyataan frustrasi pada laga kandang BRI Liga 1 pekan ketujuh.
Hasil imbang 2-2 melawan Arema FC, Sabtu (27/9) malam, menahan Laskar Sambernyawa di zona merah klasemen dan memicu protes suporter dengan spanduk besar bertulis Posisi Bwosss?
Pesan singkat itu, dibentangkan di tribun utara Stadion Manahan, menjadi sorotan utama. Tidak ada insiden lain, tidak pula pernyataan resmi dari manajemen, namun makna spanduk jelas, pertanyaan terbuka kepada jajaran pelatih dan manajemen tentang arah tim yang terus terpuruk.
Hasil seri ini memperpanjang catatan buruk Persis. Dari tujuh pertandingan awal musim, tim asuhan pelatih Peter de Roo tersebut hanya meraih satu kemenangan, disertai empat kekalahan dan dua hasil imbang. Total lima poin menempatkan mereka di peringkat ke-16, satu tingkat di atas dasar klasemen.
Start yang buruk yang tak kunjungan menunjukkan perbaikan menambah tekanan untuk tim. Lawan pekan ini, Arema FC, bukan tanpa masalah sendiri, namun tetap mampu mencuri poin di Solo.
Skor 2-2 mungkin terlihat adil secara statistik, tetapi di mata suporter, hasil itu sama dengan kekalahan. Dari tribun, spanduk Posisi Bwosss? tetap terbentang, seolah mengiringi peluit akhir.
Tidak ada pernyataan resmi dari manajemen atau pelatih setelah pertandingan mengenai protes spanduk tersebut. Namun bagi banyak pendukung, simbol itu berbicara lebih lantang daripada yel-yel. Bwosss dalam bahasa sehari-hari Solo bisa berarti bos atau pemimpin, ditafsirkan sebagai sindiran kepada manajemen dan pelatih yang dianggap belum menemukan formula kemenangan.
Protes ini juga menjadi tanda bahwa kesabaran pendukung mulai menipis. Persis memang memiliki basis suporter setia di Solo Raya, dan biasanya tetap memberi dukungan meski tim tersendat. Tetapi tren buruk, hanya sekali menang dalam tujuh laga membuat pertanyaan soal rencana jangka panjang dan kepemimpinan semakin mengemuka.
Dengan kompetisi yang masih panjang, Persis masih memiliki waktu untuk membalikkan keadaan. Jadwal pekan depan mempertemukan mereka dengan tim papan tengah yang relatif lebih ringan di atas kertas, namun tekanan untuk meraih tiga poin penuh akan jauh lebih besar.
Kemenangan kandang menjadi kebutuhan mendesak, bukan hanya untuk memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga untuk meredam ketegangan di tribune. Sejauh ini, Manahan belum kembali menjadi benteng yang menakutkan seperti musim lalu.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
