Mihailo Perovic ungkap suasana ruang ganti Persebaya Surabaya saat curi poin di kandang Dewa United. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Mihailo Perovic akhirnya buka suara usai Persebaya Surabaya sukses mencuri satu poin dari kandang Dewa United. Menurutnya, kekuatan tim di ruang ganti menjadi kunci utama Green Force mampu bertahan hingga akhir laga meski dalam kondisi tertekan.
Persebaya Surabaya melakoni laga pekan ketujuh Super League 2025/2026 di Stadion Internasional Banten, Jumat (26/9/2025) malam.
Hasil imbang 1-1 membuat Green Force tetap menjaga posisi mereka di papan atas klasemen sementara.
Sejak awal laga, Persebaya Surabaya langsung mendapatkan tekanan dari Dewa United yang bermain agresif di hadapan pendukung sendiri. Tim asuhan Jan Olde Riekerink itu mencoba menguasai lini tengah dengan pressing tinggi.
Meski begitu, Persebaya Surabaya mampu meladeni permainan cepat lawan. Francisco Rivera dan Bruno Moreira menjadi motor serangan dengan kreativitas dari lini kedua.
Memasuki babak kedua, pelatih Eduardo Perez melakukan rotasi penting. Ia memasukkan Leo Lelis dan Malik Risaldi untuk menggantikan Gali Freitas serta Mihailo Perovic.
Masuknya tenaga segar membuat serangan Persebaya Surabaya lebih bervariasi. Malik langsung memberi ancaman lewat pergerakannya di sisi sayap yang membuat pertahanan Dewa United kerepotan.
Tuan rumah sebenarnya punya peluang emas lebih dulu. Taisei Marukawa melepaskan tendangan keras di menit ke-61 yang mengarah ke tiang jauh.
Beruntung bagi Persebaya Surabaya, bola gagal disambut Alexis Messidoro di depan gawang. Kiper Ernando Ari tetap sigap menjaga fokus meski timnya dalam tekanan.
Hanya semenit berselang, Persebaya Surabaya hampir memecah kebuntuan. Rivera mendapat umpan terobosan dari Bruno Moreira dan berhasil mengecoh satu bek lawan.
Sayangnya, sepakan Rivera ke tiang jauh masih melebar tipis. Kesempatan emas itu menjadi momentum bagi Persebaya Surabaya untuk lebih berani keluar menyerang.
Namun justru Dewa United yang lebih dulu unggul. Menit ke-69, Septian Bagaskara berhasil memenangkan duel udara dan menanduk bola ke tiang jauh.
Sundulan keras Bagaskara tak mampu dibendung Ernando Ari. Gol itu membuat tuan rumah memimpin 1-0 dan stadion bergemuruh.
Persebaya Surabaya tidak mau menyerah meski tertinggal. Rivera kembali jadi kreator serangan dengan mengirim umpan matang ke mulut gawang.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
