Ze Valente saat membela PSIM Yogyakarta di kandang Bali United pekan 6 Super League 2025/2026. (Media PSIM)
JawaPos.com — Ze Valente akhirnya menemukan kembali sinarnya di Yogyakarta. Setelah sempat meredup bersama Persebaya Surabaya dan terpinggirkan lewat masa peminjaman di Persik Kediri, kini ia menjelma jadi motor utama PSIM Yogyakarta di Super League 2025/2026.
Kehadiran playmaker asal Portugal itu langsung mengubah wajah permainan tim Laskar Mataram.
Dengan visi bermain tajam dan sentuhan elegan, Ze Valente kembali membuktikan kualitasnya sebagai salah satu gelandang kreatif terbaik di Indonesia.
Padahal saat berseragam Persebaya Surabaya, kontribusinya sering dipertanyakan meski dengan koleksi 6 gol dan 9 assist.
Dua musim terakhir ia lebih sering dipinjamkan ke Persik Kediri sebelum akhirnya dilepas dengan status bebas transfer pada awal musim ini.
Keputusan itu kini terlihat sebagai salah satu kerugian terbesar Green Force. Sebab, di tangan pelatih Jean-Paul van Gastel, Ze Valente justru berkembang menjadi dinamo baru yang membuat lini tengah PSIM hidup dan berbahaya.
Meski baru mencetak satu gol musim ini, peran Ze Valente tidak bisa diukur hanya lewat statistik. Hampir setiap serangan PSIM bermula dari sentuhannya yang mampu membuka ruang dan mengalirkan bola ke lini depan dengan akurat.
Salah satu penampilan terbaiknya terlihat saat PSIM menundukkan Bali United 3-1. Walau tidak mencatat gol atau assist, dominasi lini tengah sepenuhnya berada di bawah kendalinya.
Pergerakannya yang cerdas membuat Bali United kesulitan mengembangkan permainan. Ze Valente seolah tahu kapan harus memperlambat tempo dan kapan harus melepas umpan vertikal untuk membelah pertahanan lawan.
Kepiawaiannya itulah yang membuat manajer PSIM, Dyaradzi Aufa Taruna, memberi pujian tinggi.
Menurut Razzi, Ze Valente bukan hanya memberi kualitas teknis, tetapi juga leadership yang membantu banyak pemain muda di dalam tim.
Ucapan itu tak berlebihan jika melihat kiprah Ze Valente di lapangan. Hampir setiap kali PSIM kesulitan mencetak peluang, ia hadir sebagai solusi lewat umpan-umpan kreatif atau pergerakan membuka ruang.
Ze Valente sendiri mengaku bahagia bisa kembali ke Yogyakarta. Ia merasa kota ini memberinya energi positif, sama seperti saat pertama kali datang ke Indonesia untuk memperkuat PSS Sleman pada 2022 lalu.
“Kami ingin mempertahankan level terbaik kami, dan saya siap memberikan yang terbaik bagi PSIM. Kota Yogyakarta sangat spesial bagi saya, dan saya merasa bahagia bisa kembali berkontribusi di sini,” ujarnya penuh semangat.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
