
Direktur Olahraga Persija Jakarta Bambang Pamungkas menjawab nasib dan masa depan Rizky Ridho sebagai penggawa Macan Kemayoran. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Direktur Olahraga Persija Jakarta Bambang Pamungkas membongkar alasan di balik mulusnya adaptasi para punggawa asing yang baru mereka datangkan. Pelatih dan pemain yang telah ada, ungkapnya, memiliki peran krusial dalam proses tersebut.
Kondisi ruang ganti Persija Jakarta saat ini tengah dalam suasana positif. Hal ini menyusul dari tren belum pernah terkalahkan yang mereka buat dalam empat laga awal Super League 2025/2026.
Bambang Pamungkas membeberkan kondisi tersebut tidak lepas dari mulusnya adaptasi para pemain yang baru didatangkan awal musim ini.
“Saya cukup merasa senang karena para pemain Brasil yang baru datang ini cukup bisa berbaur,” ungkap legenda Persija dan tim nasional Indonesia itu dalam sesi Ngopi Bareng Persija, Kamis (11/9).
Tidak hanya dengan pola permainan dan hal teknis lainnya, menurut pria yang akrab disapa Bepe itu, para pemain anyar tersebut juga mudah beradaptasi dengan budaya dan makanan di Indonesia.
“Itu cukup menggembirakan. Karena biasanya pemain yang baru pernah tinggal di Indonesia cukup kesulitan dengan hal tersebut,” tambahnya.
Sebelumnya, pergerakan Macan Kemayoran di bursa transfer lalu berhasil mendatangkan sembilan pemain asing baru. Seluruhnya merupakan pemain berkewarganegaraan Brasil.
Kedatangan pemain dari Negeri Samba ini melengkapi kuota sebelas pemain asing Persija Jakarta. Sebelumnya, di daftar pemain Macan Kemayoran telah terdapat tiga punggawa asing yaitu Ryo Matsumura, Gustavo Almeida, dan Carlos Eduardo.
Dua nama terakhir juga merupakan pemilik paspor Brasil. Kehadiran mereka, disebut Bepe, mampu memperlancar proses adaptasi yang dilalui kesembilan rekan senegara mereka.
“Mungkin ini juga karena kita punya dua pemain Brasil sebelumnya, (sehingga) cukup bisa membantu proses adaptasi mereka,” ucap Bepe.
Berbicara mengenai alasan mendatangkan pemain asing yang seluruhnya berpaspor Brasil, Bambang Pamungkas menyebut hal tersebut bukanlah hal yang disengaja.
Manajemen Persija Jakarta, sebut Bepe, sejatinya melakukan negosiasi dengan banyak pemain sesuai dengan keinginan pelatih Mauricio Souza.
“Sebenarnya tidak harus (Brasil), sempat ada nama dari Meksiko, Kolombia, dan sebagainya. Tugas saya adalah mengakomodasi keinginan pelatih,” tuturnya.
“Ada banyak nama. Sempat yang nama yang keluar (menjadi rumor), tetapi tidak jadi. Itu menunjukkan sebenarnya kami tidak hanya fokus pada (pemain) Brasil,” sambung Bepe.
Namun, dirinya juga mengakui bahwa kedekatan latar belakang pelatih dengan pemain juga turut menjadi pertimbangan keputusan akhir. Terutama terkait pendekatan gaya bermain yang ingin diaplikasikan oleh pelatih.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
