
Gelandang Persebaya Surabaya Toni Firmansyah. (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Pasca ditahan imbang Laos U-23 pada Rabu (3/9) lalu, masalah menit bermain menjadi salah satu keluhan yang disampaikan Gerald Vanenburg. Pelatih asal Belanda tersebut ingin agar anak asuhannya bisa punya menit bermain yang banyak bersama klubnya. Pengalaman ini diharapkan mampu berdampak signifikan pada permainan Timnas Indonesia U-23.
"Seharusnya mereka bermain 45 menit ke atas, mencetak gol, melakukan tekanan, bergerak aktif. Tapi faktanya, banyak dari mereka yang di klub hanya mendapat menit bermain sangat sedikit,” ucap Vanenburg selepas pertandingan melawan Laos U-23.
Usut punya usut, dari 11 pemain U-23 yang turun di laga imbang melawan Laos U-23, rupanya memang hanya lima pemain yang konsisten diberikan menit bermain oleh timnya. Siapa saja kelima pemain tersebut? Berikut daftarnya.
1. Cahya Supriadi
Kiper berusia 22 tahun ini konsisten menjadi penjaga gawang utama PSIM Yogyakarta. Melansir Transfermarkt, Cahya Supriadi sudah bermain dalam tiga pertandingan Super League dengan total waktu bermain sebanyak 270 menit.
Performanya di bawah mistar pun cukup menyakinkan. Ia tercatat telah menorehkan satu clean sheet dan baru kebobolan dua gol dalam tiga pertandingan.
2. Kakang Rudianto
Pemain Persib Bandung ini selalu menjadi pilihan utama Bojan Hodak dalam tiga pertandingan Super League. Kakang Rudianto mencatatkan waktu bermain sebanyak 202 menit dari tiga pertandingan.
Bermain dalam tiga pertandingan, Kakang Rudianto membawa Persib meraih satu kemenangan, satu kekalahan, satu hasil imbang. Sejauh ini, juara Liga 1 Indonesia musim lalu tersebut kebobolan tiga gol.
3. Muhammad Ferarri
Paul Munster sempat mencadangkan bek tengah berusia 22 tahun ini di laga perdana Bhayangkara FC melawan Borneo FC. Namun, dalam dua pertandingan selanjutnya, Muhammad Ferarri selalu turun sejak menit awal.
Eks pemain Persija Jakarta tersebut sudah mencatatkan waktu bermain sebanyak 180 menit. Sayang, Ferarri tidak ikut andil saat Bhayangkara FC menang 2-0 atas Persis Solo di pekan keempat Super League.
4. Toni Firmansyah
Gelandang 20 tahun ini berhasil mengunci satu tempat di skuad asuhan Eduardo Perez. Pelatih asal Spanyol itu selalu memainkan Toni Firmansyah dalam tiga pertandingan Persebaya Surabaya di Super League.
Pemain hasil binaan klub internal Persebaya ini sudah mencatatkan 238 menit bermain. Bahkan, Toni Firmansyah menyabet pemain muda terbaik di pekan kedua dan ketiga Super League.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
