
PSSI menunjuk Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik, tantangan besar menanti untuk pengembangan sepak bola nasional. (Istimewa)
JawaPos.com-Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) resmi menunjuk Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik (Dirtek) mulai 25 Agustus 2025.
Pria kelahiran Belanda, 15 Juni 1975, itu bukan sosok asing di dunia sepak bola internasional. Rekam jejaknya panjang, termasuk keberhasilan membawa Timnas Yordania lolos ke Piala Dunia 2026.
Zwiers dikenal sebagai sosok yang memiliki visi jangka panjang untuk pengembangan sepak bola. Dalam sebuah wawancara di FIFA Training Center, dia menegaskan setiap program yang dibangun harus punya target jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Sebagai direktur teknik, kamu harus bisa memberi hasil dalam waktu singkat, tapi juga berpikir jangka menengah dan panjang,” kata Zwiers.
Tugas pertama yang menanti Zwiers di Indonesia adalah menjawab ekspektasi publik yang begitu besar. Sepak bola Indonesia tengah dalam momentum positif setelah Timnas senior menembus babak penting di level Asia. Tantangan bagi Zwiers adalah menjaga konsistensi performa itu.
Dirtek baru ini dituntut menghadirkan program cepat, salah satunya lewat peningkatan performa tim nasional dalam waktu singkat. Hasil di lapangan menjadi kunci agar masyarakat percaya pada langkah-langkah yang dia jalankan.
Menurut Zwiers, pekerjaan mendasar seorang direktur teknik bukan hanya membentuk timnas yang kuat, tapi juga menata ekosistem sepak bola dari bawah. Fokus jangka menengahnya adalah melakukan perbaikan pada kualitas dan pendidikan pelatih.
“Banyak hal bisa dipengaruhi: metode mengajar, kurikulum, jalur instruktur, keterkaitan lisensi klub, hingga sertifikasi untuk pelatih dan staf teknis. Ini butuh beberapa tahun untuk terwujud, tapi pekerjaan dimulai sejak hari pertama,” ujar Alexander Zwiers.
Dengan perbaikan sistem pendidikan pelatih, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan memiliki lebih banyak pelatih lokal berkualitas. Hal ini penting agar proses pembinaan pemain berjalan dengan standar yang sama dari klub hingga timnas.
Untuk jangka panjang, fokus Zwiers ada pada kualitas kompetisi di level usia dini. Dia menilai, salah satu kelemahan banyak negara berkembang dalam sepak bola adalah keterlambatan memulai kompetisi usia muda.
Di Yordania, sebelum kedatangannya, liga usia muda baru dimulai dari kelompok U-15. Zwiers lalu menginisiasi pembentukan liga sejak U-9 agar pembinaan berjalan berkesinambungan.
“Membuat liga dari U-9 itu butuh waktu. Tidak bisa selesai dalam satu tahun. Itu pekerjaan lima sampai enam tahun agar bisa terbentuk kompetisi usia dini yang berjenjang,” jelas Alexander Zwiers.
Jika program serupa diterapkan di Indonesia, maka dalam jangka panjang klub dan liga lokal akan lebih kuat, menghasilkan pemain yang lebih matang sejak usia belia.
Selain soal struktur kompetisi, Zwiers juga dikenal konsisten dengan pembangunan filosofi bermain. Di Yordania, dia membangun gaya bermain yang jelas dan mengintegrasikannya dengan klub. Filosofi itu diterapkan agar setiap pemain, sejak usia muda hingga senior, terbiasa dengan pola yang sama.
Salah satu terobosan unik yang ia lakukan adalah pengembangan usia dini berbasis talent scouting. Setiap wilayah memiliki pemandu bakat yang rutin memantau pertandingan usia muda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
