
PSIM Yogyakarta raih 1 poin berharga di kandang saat jamu Arema FC. (Media PSIM)
JawaPos.com — Senyum merekah tak bisa disembunyikan dari wajah Raka Cahyana usai laga PSIM Yogyakarta kontra Arema FC di pekan ke-2 Super League 2025/26. Bek kanan muda itu bersyukur mampu membantu Laskar Mataram meraih satu poin krusial di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (16/8/2025).
Hasil imbang 1-1 memang bukan target ideal PSIM yang ingin mencatat kemenangan perdana di kandang musim ini. Namun Raka melihat ada sisi positif yang bisa dipetik dari perjuangan rekan-rekannya hingga menit terakhir.
PSIM bahkan harus tertinggal lebih dulu di penghujung babak pertama. Dalberto yang dipercaya sebagai eksekutor penalti sukses menaklukkan Cahya Supriadi pada menit ke-41.
Kedudukan itu membuat PSIM bermain lebih agresif di babak kedua untuk mencari gol penyama. Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil di menit ke-88 melalui gol bunuh diri pemain Arema, Betinho.
Bola hasil sundulan Betinho yang bermaksud menghalau tendangan Norberto Vidal justru meluncur deras ke gawangnya sendiri. Gol dramatis itu membuat ribuan suporter Laskar Mataram bersorak lega.
“Alhamdulillah kita masih bisa dapat poin, ini berkat kerja keras tim dan semoga ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujar Raka dikutip dari I.League, Minggu (17/8/2025).
Pemain 21 tahun itu berharap PSIM semakin solid pada laga-laga berikutnya.
Raka sendiri dipercaya tampil sejak menit awal oleh pelatih Jean-Paul van Gastel. Ia baru ditarik keluar pada menit ke-86, empat menit sebelum gol penyama tercipta.
Penampilan solid Raka menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan oleh sang pelatih. Sebelumnya, pada pekan perdana melawan Persebaya di Surabaya, ia juga tampil sebagai starter selama 74 menit.
Konsistensi itu membuat Raka menjadi salah satu pemain kategori U23 yang paling banyak mendapat kesempatan bermain. Dari dua laga awal, ia selalu turun sejak menit pertama dan mencatat menit bermain tinggi.
Sementara itu, rekan seangkatannya di PSIM, Cahya Supriadi, juga tampil tak tergantikan di bawah mistar. Kiper timnas Indonesia U23 itu selalu tampil penuh 90 menit di dua laga pembuka.
Kombinasi Cahya dan Raka memberi warna tersendiri pada komposisi PSIM musim ini. Keduanya menjadi simbol regenerasi tim sekaligus bukti keberanian pelatih Van Gastel memberi kepercayaan pada pemain muda.
Raka Cahyana sendiri datang ke PSIM pada awal musim dari Persija Jakarta. Di klub lamanya, ia kesulitan menembus tim utama dan hanya mencatat 10 laga dengan total 311 menit bermain di Super League 2024/2025.
Kesempatan besar yang kini ia dapat di PSIM jelas jadi modal penting untuk berkembang. Apalagi posisi bek kanan memang menjadi sektor yang butuh tenaga muda dengan stamina prima.
Dua laga awal bersama PSIM memberi sinyal positif Raka bisa menjadi pilihan utama sepanjang musim. Asalkan ia mampu menjaga performa dan terus menunjukkan kontribusi nyata di lapangan.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
