
Pemain PSM Makassar dan PSS Sleman saat berduel di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (3/5) malam. (Dok. PSM Makassar)
JawaPos.com - Petaka bisa menghampiri PSM Makassar jelang mengarungi Super League 2025/2026. Juku Eja terancam tak bisa mendaftarkan dan memainkan tujuh pemain barunya pada laga pembuka karena masih terdaftar dalam FIFA Registrations Bans hingga dua hari jelang liga bergulir.
PSM Makassar jadi satu dari dua klub Super League 2025/2026 yang bermasalah dengan FIFA terkait pendaftaran pemain. Nama tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu terdaftar dalam laman FIFA Registrations Bans.
Untuk diketahui, FIFA Registrations Bans atau sanksi larangan pendaftaran diberikan kepada klub yang melanggar regulasi transfer, seperti tunggakan pembayaran terhadap pemain atau klub lain.
Nah, per Rabu (6/8), PSM Makassar punya satu kasus. Dalam publikasinya, FIFA mengungkapkan bahwa kasus itu terdaftar per 28 Maret 2025 dan Juku Eja dihukum larangan melakukan transfer dalam tiga periode.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus mengungkapkan bahwa kasus PSM masih terdaftar karena juara Liga 1 2022/2023 itu belum menemui titik sepakat terkait masalahnya dengan salah satu mantan pemainnya, Wiljan Pluim.
"Kalau PSM memang masih belum istilahnya sepakat. Itu lebih tepatnya sengketa kepada (Wiljan) Pluim ada perpindahan transfer yang masih belum clear," kata Ferry Paulus di Jakarta, Rabu (6/8).
PSM harus bisa segera menyelesaikan masalah itu dengan cepat. Sebab, pertandingan pertama mereka di Super League 2025/2026 adalah melawan Persijap Jepara pada 8 Agustus mendatang.
Jika masalah itu tak kunjung rampung, maka PSM Makassar harus ikhlas bermain dengan apa adanya. Mereka tak bisa mendaftarkan tujuh pemain barunya, yang terdiri dari tiga asing dan empat lokal. Yakni Lucas Dias, Alex Tanque, Savio Roberto, Resky Fandi, Gala Pagamo, Tedja Kusuma, dan Rifky Dwi Septian.
Selain itu, Ferry Paulus juga mengatakan bahwa masalah akan lebih parah seandainya sengketanya tidak selesai hingga batas akhir pendaftaran pemain, 29 Agustus 2025.
"Terus untuk klub-klub yang nantinya masih belum selesai pencabutan clearance dari FIFA, tentunya kalo per hari ini berarti dua klub tidak dapat mendaftarkan pemain baru," terangnya.
"Jadi pemain yang sudah ada itu masih bisa dimainkan, tapi kalau pemainnya enggak cukup, ya tentunya sanksinya akan semakin berat," ujar Ferry menambahkan.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
