
Shin Sang-gyu jadi pelatih fisik Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com—Persebaya Surabaya resmi menunjuk Shin Sang-gyu sebagai pelatih fisik untuk menemani Eduardo Perez menghadapi musim Super League 2025/2026. Keputusan ini bukan tanpa alasan, karena manajemen menilai fisik pemain menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi setelah musim lalu.
Direktur Operasional Persebaya Surabaya Candra Wahyudi menjelaskan keputusan ini lahir dari diskusi panjang bersama pelatih kepala, Eduardo Perez.
“Iya. Jadi gini, Bung. dalam proses diskusi dengan Coach Edu, artinya dia memaparkan cara bermain dia seperti apa,” ujar Direktur Operasional Persebaya Surabaya Candra Wahyudi dikutip dari kanal Youtube Bola Bung Binder, Rabu (30/7).
Dari pertemuan itu, manajemen menyadari gaya bermain sang pelatih membutuhkan dukungan kondisi fisik pemain yang prima dan konsisten sepanjang pertandingan.
“Ada satu kesimpulan yang kami tangkap bahwa oh kalau cara bermainnya seperti ini, ini harus support dengan fisik pemain yang berimbang.”
“Berarti kita harus cari assistant coach yang memang bisa mem-provide pemain dengan stamina terbaiknya,” imbuh dia.
Persebaya Surabaya musim lalu terlalu sering kehilangan poin di menit-menit akhir karena kelelahan fisik. Tim yang sempat memimpin klasemen justru harus puas finis di peringkat empat karena performa menurun di putaran kedua.
Stamina pemain membuat permainan agresif yang diusung menjadi sia-sia di banyak laga krusial. Pembenahan besar pun dilakukan untuk musim baru, salah satunya dengan menghadirkan pelatih fisik bertaraf internasional.
Nama Shin Sang-gyu kemudian mencuat sebagai kandidat utama setelah melalui proses penyaringan dari beberapa opsi.
“Akhirnya muncul salah satunya coach Shin ini,” ujar Candra Wahyudi.
Track record-nya sebagai pelatih fisik Timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong membuatnya dipercaya punya kapasitas dan pengalaman yang mumpuni.
“Dan kita tahu bersamalah track record dia bersama timnas seperti apa dan sebagainya. Ya artinya secara record dia no isu, ya tinggal kemudian kita komunikasi dan dia mau gabung akhirnya dan klop juga dengan Coach Edu,” tutur Candra Wahyudi.
Shin bukan nama asing di sepak bola Asia dan Indonesia. Dia pernah mendampingi Timnas senior, U-23, hingga U-20 Indonesia, selama periode 2021 hingga awal 2025 dan berperan penting dalam peningkatan performa fisik pemain Garuda.
Candra menyebut, pilihan jatuh pada Shin karena tidak hanya punya lisensi lengkap tapi juga pengalaman di berbagai level tim nasional dan klub. Latar belakang pendidikannya pun solid, lulusan Seoul National University dan Loughborough University, dua kampus ternama untuk sport science.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
