Frank van Kempen segera bergabung dengan Gerald Vanenburg sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23. (Facebook/Voetbal Idn)
JawaPos.com - Kritik terhadap regulasi 11 pemain asing Super League 2025/2025 kembali datang dari tim kepelatihan Timnas Indonesia. Setelah pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, kali ini giliran asistennya yang juga pelatih kepala Timnas Indonesia U-20, Frank van Kempen.
Frank van Kempen yang baru ditunjuk untuk menggantikan Indra Sjafri tersebut mengkritik kebijakan anyar dari I.League - entitas baru PT Liga Indonesia Baru- terkait dengan penamnahan pemain asing jadi 11.
"Secara pribadi, saya lebih suka kalau jumlah pemain asing itu dibatasi," kata Van Kempen, dipetik dari Voetbalzone, Minggu (20/7).
Sebelumnya pada Liga 1 2024/2025, setiap tim boleh mendaftarkan delapan pemain asing, tapi hanya enam yang bisa bermain bersama di lapangan. Sementara pada musim depan, tiap tim boleh merekrut 11 asing, tapi hanya delapan yang masuk daftar susunan pemain dan bermain di tiap pertandingan.
Frank van Kempen menganggap meminimalisir jumlah pemain asing di Super League bisa membantu talenta lokal, terutama untuk para pemain muda karena mereka bisa jadi dapat jam terbang lebih.
Lebih lanjut, Van Kempen yang juga berstatus sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 itu pun menjelaskan bahwa dirinya memiliki rencana untuk menyatukan persepsi tentang cara melatih timnas usia muda.
"Itu akan membantu perkembangan para talenta muda Indonesia. Kami berencana menjalankan suatu visi agar semua timnas usia muda dilatih dengan cara yang sama," jelasnya.
Kritik Frank van Kempen ini sekaligus menambah deretan kritikan yang disampaikan oleh pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya ada Gerald Vanenburg yang bersuara cukup vokal terkait regulasi pemain asing.
Gerald Vanenburg, yang merupakan pelatih Timnas Indonesia U-23, menganggap regulasi 11 pemain asing sebagai lelucon. Dia menyebut pemain lokal perlu jam terbang lebih.
"Itu adalah lelucon. Karena di Indonesia pemain membutuhkan menit bermain, khususnya pemain muda. Sebenarnya kalau boleh jujur, ini bukan keputusan saya. Karena kami membutuhkan pemain muda yang bagus," kata Vanenburg di sela-sela latihan Timnas U-23 di Stadion Madya, Jakarta, Kamis (10/7).
Pro dan kontra pun terus mengiringi aturan 11 pemain asing untuk Super League. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir bahkan sampai berkirim surat ke I.League untuk mengurangi kuotanya. Ia ingin pemain yang masuk line-up dipangkas.
"Kami melihat delapan pemain asing dalam satu pertandingan Super League itu terlalu banyak. Jadi, kami memutuskan itu tujuh pemain impor," ucap Erick Thohir pada 16 Juli 2025.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
