Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Juli 2025 | 20.07 WIB

Ikuti Jejak Gerald Vanenburg, Pelatih Timnas Indonesia U-20 Frank Van Kempen Kritik Regulasi 11 Pemain Asing Super League!

Frank van Kempen segera bergabung dengan Gerald Vanenburg sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23. (Facebook/Voetbal Idn)

 

JawaPos.com - Kritik terhadap regulasi 11 pemain asing Super League 2025/2025 kembali datang dari tim kepelatihan Timnas Indonesia. Setelah pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, kali ini giliran asistennya yang juga pelatih kepala Timnas Indonesia U-20, Frank van Kempen.

Frank van Kempen yang baru ditunjuk untuk menggantikan Indra Sjafri tersebut mengkritik kebijakan anyar dari I.League - entitas baru PT Liga Indonesia Baru- terkait dengan penamnahan pemain asing jadi 11.

"Secara pribadi, saya lebih suka kalau jumlah pemain asing itu dibatasi," kata Van Kempen, dipetik dari Voetbalzone, Minggu (20/7).

Sebelumnya pada Liga 1 2024/2025, setiap tim boleh mendaftarkan delapan pemain asing, tapi hanya enam yang bisa bermain bersama di lapangan. Sementara pada musim depan, tiap tim boleh merekrut 11 asing, tapi hanya delapan yang masuk daftar susunan pemain dan bermain di tiap pertandingan.

Frank van Kempen menganggap meminimalisir jumlah pemain asing di Super League bisa membantu talenta lokal, terutama untuk para pemain muda karena mereka bisa jadi dapat jam terbang lebih.

Lebih lanjut, Van Kempen yang juga berstatus sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 itu pun menjelaskan bahwa dirinya memiliki rencana untuk menyatukan persepsi tentang cara melatih timnas usia muda.

"Itu akan membantu perkembangan para talenta muda Indonesia. Kami berencana menjalankan suatu visi agar semua timnas usia muda dilatih dengan cara yang sama," jelasnya.

Kritik Frank van Kempen ini sekaligus menambah deretan kritikan yang disampaikan oleh pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya ada Gerald Vanenburg yang bersuara cukup vokal terkait regulasi pemain asing.

Gerald Vanenburg, yang merupakan pelatih Timnas Indonesia U-23, menganggap regulasi 11 pemain asing sebagai lelucon. Dia menyebut pemain lokal perlu jam terbang lebih.

"Itu adalah lelucon. Karena di Indonesia pemain membutuhkan menit bermain, khususnya pemain muda. Sebenarnya kalau boleh jujur, ini bukan keputusan saya. Karena kami membutuhkan pemain muda yang bagus," kata Vanenburg di sela-sela latihan Timnas U-23 di Stadion Madya, Jakarta, Kamis (10/7).

Pro dan kontra pun terus mengiringi aturan 11 pemain asing untuk Super League. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir bahkan sampai berkirim surat ke I.League untuk mengurangi kuotanya. Ia ingin pemain yang masuk line-up dipangkas.

"Kami melihat delapan pemain asing dalam satu pertandingan Super League itu terlalu banyak. Jadi, kami memutuskan itu tujuh pemain impor," ucap Erick Thohir pada 16 Juli 2025.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore