Pemain timnas putri Indonesia Felicia de Zeeuw (kiri) dan pelatih timnas putri Satoru Mochizuki (kanan) dalam sesi jumpa pers setelah kekalahan 0-2 melawan Pakistan. (ANTARA)
JawaPos.com-Satoru Mochizuki telah dicopot dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Putri Indonesia. Juru taktik asal Jepang itu dinilai oleh PSSI lebih cocok bekerja di belakang layar terkait pengembangan sepak bola putri di Tanah Air.
Pencopotan Satoru Mochizuki sebagai pelatih Garuda Pertiwi ini dibocorkan oleh oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI bidang sepak bola putri, Vivin Cahyani Sungkono. Tapi ia menyebut Mochizuki masih bernaung di bawah PSSI.
Vivin mengungkapkan, PSSI memberikan posisi baru kepada Cosch Mochi, yakni di bidang direktorat teknik dan pengembangan sepak bola putri. Bidang tersebut dinilai strategis dan cocok dengan latar belakang yang dimiliki sang pelatih.
“Coach Mochi sekarang difokuskan untuk di development, sudah keputusan juga dari Ketum melalui koordinasi dengan Exco bahwa kita lihat jenjang yang lebih tinggi ya untuk Coach Mochi,” kata Vivin ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (16/7) sore.
“Kita lihat dari pengalamannya beliau, kredibilitasnya, networking beliau dengan JFA, dengan liga wanita di Jepang. Jadi kita melihat Coach Mochi lebih strategis itu ada di belakang layar menyiapkan roadmapnya,” tambahnya.
Dicopotnya Satoru Mochizuki membuat PSSI kini bergegas untuk mencari pengganti. Federasi disebutnya masih mencari, dengan sosok Jepang tetap jadi prioritas.
“Kita sekarang sedang fokus cari untuk head coach di timnas senior, jadi karena kita sudah punya Akira (Higashiyama) di U-19 sekarang, U-20 nantinya,” katanya.
“Kalau senior kita lagi hunting nih, tapi kita tetap kiblatnya di Jepang ya. Kita sudah putuskan kalau putri kita kiblatnya Jepang, dan sudah ada pembicaraan juga dengan JFA terkait itu,” terang Vivin menambahkan.
Lebih lanjut, Vivin menjelaskan bahwa Satoru Mochizuki tidak akan memimpin Timnas Putri Indonesia di Piala AFF Putri 2025. PSSI untuk sementara menunjuk Joko Susilo sebagai pelatih interim Garuda Pertiwi.
“Tidak. jadi Coach Mochi sudah diputuskan di development. sekarang dia bekerja dengan coach Indra Sjafri untuk mempersiapkan roadmap. Karena kita belum menemukan pelatih kepala, maka kita sudah tetapkan coach Joko Susilo untuk jadi pelatih interim untuk mengisi posisi ini,” ujar Vivin.
“Tentunya kita melihat di Piala AFF ini persaingan cukup ketat dan kita fokuskan pemain-pemain kita untuk main di AFC karena itu pra kualifikasi Piala Dunia. Kita putuskan disitu bukan mengecilkan AFF tapi dengan talent yang banyak di usia muda akhirnya kita putuskan fokus di Piala AFC U-19,” tuturnya. (*)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
