
Uilliam Barros saat berhadapan dengan pemain Dewa Uniter di Piala Presiden 2025. (Instagram @persib)
JawaPos.com - Persib Bandung mengalami hasil yang tidak memuaskan di Piala Presiden 2025, turnamen pramusim yang seharusnya menjadi ajang ideal untuk mencoba komposisi pemain baru setelah exodus besar-besaran yang terjadi pasca meraih gelar juara Liga 1 musim lalu.
Diketahui, seluruh pemain asing seperti David da Silva hingga Tyronne del Pino sudah tak lagi menjadi asuhan Bojan Hodak.
"Saya pikir kami sudah lebih baik dari sebelumnya. Tapi, yang pasti kami harus banyak belajar lagi dari setiap pertandingan, termasuk pertandingan malam ini," kata Bojan Hodak dilansir dari Persib.
Maung Bandung, yang kini dipenuhi wajah-wajah seperti Saddil Ramdani hingga William Marcilio, tampak masih mencari formulasi yang tepat di ajang persiapan ini. Hasil yang diperoleh - kekalahan 0-2 dari Port FC dan hasil imbang 1-1 melawan Dewa United - memang tidak ideal, namun bisa dipahami mengingat kondisi tim yang sedang dalam transisi besar.
Kini Persib hanya bisa berharap lolos ke duel perebutan tempat ketiga, sebuah posisi yang dalam konteks turnamen pramusim ini lebih berfungsi sebagai kesempatan tambahan untuk menguji coba formasi dan memberikan menit bermain kepada pemain-pemain baru.
Untuk bisa mencapai posisi tersebut, Persib harus berharap Port FC mengalahkan Dewa United dengan selisih tiga gol atau lebih - skenario yang memungkinkan mereka menempati posisi runner up grup berdasarkan selisih gol yang lebih baik.
"Secara keseluruhan semuanya sudah cukup baik di masa persiapan ini," tambah Bojan Hodak.
Kondisi yang dialami Persib di Piala Presiden 2025 sebenarnya sangat wajar terjadi ketika sebuah tim melakukan rebuilding besar-besaran. Setelah berhasil meraih gelar juara Liga 1 musim lalu, Persib kehilangan banyak pemain kunci yang menjadi pilar kesuksesan mereka.
Exodus pemain-pemain berpengalaman ini memaksa manajemen untuk melakukan rekrutmen massal, mendatangkan pemain-pemain baru baik dari dalam maupun luar negeri.
Dalam konteks ini, Piala Presiden 2025 sebenarnya berfungsi sebagai laboratorium hidup untuk menguji chemistry antara pemain lama dan baru. Hasil yang kurang memuaskan bukan berarti kegagalan total, melainkan bagian dari proses pembelajaran dan adaptasi yang natural dalam dunia sepak bola.
Dominasi muka baru dalam skuad Persib, terutama pemain asing, memang menciptakan tantangan tersendiri. Pemain-pemain yang sebelumnya sudah memahami pola permainan dan instruksi pelatih kini harus membangun understanding baru dengan rekan-rekan yang belum lama bergabung.
Bagi pelatih dan manajemen, turnamen pramusim ini berfungsi sebagai kesempatan untuk melihat bagaimana pemain-pemain baru beradaptasi dengan sistem permainan, sekaligus mengidentifikasi kombinasi yang paling efektif untuk Liga 1 mendatang.
Yang terpenting, hasil di Piala Presiden 2025 tidak akan menentukan nasib Persib di kompetisi resmi. Tim-tim besar dunia pun sering mengalami hasil yang tidak memuaskan di ajang pramusim, namun tetap bisa tampil gemilang ketika kompetisi sesungguhnya bergulir.
Sementara itu, laga Dewa United vs Port FC yang akan menentukan finalis memberikan gambaran bahwa semua tim masih dalam proses pencarian bentuk terbaik. Kondisi ini wajar terjadi di ajang pramusim yang memang dirancang sebagai ajang persiapan dan eksperimen.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
