Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 02.36 WIB

Profil Sadida Nugraha Putra, Tukang Jagal Baru Persebaya Surabaya Era Eduardo Perez di Super League 2025/2026

Sadida Nugraha siap jadi bintang baru Persebaya Surabaya. (Media Persebaya) - Image

Sadida Nugraha siap jadi bintang baru Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali memperlihatkan keseriusannya dalam membangun regenerasi pemain dengan memunculkan bintang muda Sadida Nugraha Putra.

Gelandang bertahan kelahiran 26 April 2005 itu kini digadang sebagai “tukang jagal” baru Green Force di era pelatih anyar, Eduardo Perez.

Nama Sadida mulai mencuat usai diturunkan sebagai starter saat Persebaya Surabaya melawan Football West All Star di Sam Kerr Stadium, Rabu (9/7/2025).

Dalam laga uji coba internasional tersebut, Sadida dipercaya tampil sejak menit awal sebagai gelandang tengah dalam formasi 4-3-3 racikan Edu Perez. Meski bertugas sebagai gelandang, peran Sadida lebih condong pada fungsi sebagai pemutus serangan lawan.

Keberaniannya dalam duel satu lawan satu dan kedisiplinan menjaga area tengah lapangan membuatnya dijuluki sebagai tukang jagal anyar Persebaya Surabaya oleh pendukung setia Green Force.

Menariknya, Sadida bukan sosok asing di Surabaya karena ia memang putra daerah. Ia merupakan pemain jebolan Bina Taruna kelahiran 2005 yang sempat menimba ilmu di Bhayangkara FC sebelum kembali ke kampung halamannya.

Jejak karir Sadida mencatatkan nama Bhayangkara FC U-18 dan U-20 pada tahun 2023 sebagai pijakan awalnya. Di sana, ia mencuri perhatian dengan membawa timnya menjuarai Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-18.

Namanya makin bersinar saat bergabung dengan Persebaya Surabaya U-20 mulai 1 Juli 2024. Keputusannya kembali ke klub kota kelahiran jadi langkah besar yang mempercepat debutnya bersama tim senior di Super League 2025/2026.

Penampilannya di EPA Liga 1 U-20 musim lalu juga tak bisa dipandang sebelah mata. Dari 19 pertandingan yang ia lakoni, Sadida mencetak dua gol dan bermain selama 1.596 menit.

Di babak 8 besar kompetisi tersebut, ia tetap konsisten dengan enam kali tampil dan mencatatkan 529 menit bermain.

Catatan kartu kuningnya hanya satu, memperlihatkan ia adalah gelandang bertahan yang cerdas dan disiplin dalam melakukan intersepsi. Kehadiran Sadida di tim utama musim ini tentu jadi buah dari proses pembinaan jangka panjang.

Edu Perez, pelatih asal Spanyol, langsung memberikan kepercayaan dengan memainkannya di posisi vital sejak awal pertandingan uji coba internasional.

Bahkan, Sadida sempat diplot sebagai gelandang tengah dalam eksperimen strategi Edu Perez bersama Milos Raickovic dan Francisco Rivera. Hal ini menunjukkan Sadida bukan hanya pelapis, tapi bisa jadi pilar utama di lini tengah.

Dalam pertandingan itu, nama Sadida awalnya masuk sebagai bek kiri dalam prediksi line-up awal. Namun kenyataannya, ia justru dimainkan di tengah untuk mendampingi Raickovic, menggantikan posisi Dejan Tumbas yang digeser ke fullback.

Hal ini mengonfirmasi fleksibilitas posisi yang dimiliki Sadida dan kemampuannya bermain di beberapa sektor. Di usianya yang masih 20 tahun, itu adalah modal besar untuk bersaing di Super League 2025/2026.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore