Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juli 2025 | 05.31 WIB

Dua Perubahan Regulasi Super League 2025/2026 Dibanding Musim Lalu: Kuota Pemain Bertambah dan Wajib Mainkan Pemain U-23

RUPS PT Liga Indonesia Baru menghasilkan perubahan nama operator kompetisi, Liga 1 dan Liga 2. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

RUPS PT Liga Indonesia Baru menghasilkan perubahan nama operator kompetisi, Liga 1 dan Liga 2. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ada dua perubahan yang sangat signifikan dalam regulasi Super League 2025/2026 dibanding Liga 1 Indonesia 2024/2025. Yakni mengenai kuota pemain asing dan kewajiban memainkan pemain muda.

Super League 2025/2026 dipastikan akan mulai bergulir pada 8 Agustus 2025. Duel Persebaya Surabaya vs PSIM Jogjakarta di Stadion Gelora Bung Tomo jadi laga pembuka kompetisi.

Ini jadi edisi pertama dalam branding baru kompetisi. Nama Liga 1 yang sudah bergulir sejak 2017, kini mengalami perubahan menjadi Super League, menyusul rebranding yang dilakukan oleh I League, sebelumnya PT Liga Indonesia Baru.

Selain rebranding, I League juga melakukan perubahan regulasi untuk Super League 2025/2026. Ada dua aturan dari musim sebelumnya direvisi.

Pertama terkait dengan kuota pemain asing. I League memutuskan untuk menambah jumlah pesepak bola impor yang boleh didaftarkan oleh setiap klub Super League musim depan.

Setiap tim diizinkan untuk mendaftarkan maksimal 11 nama untuk kuota pemain asing. Jumlah ini lebih banyak ketimbang musim lalu yang berjumlah delapan.

Tapi dari 11 yang didaftarkan, hanya delapan pemain saja yang boleh masuk daftar susunan pemain (DSP) dan bisa dimainkan secara bersamaan. Penerapan ini juga sedikit berubah karena pada musim 2024/2025, hanya enam dari delapan pemain asing yang boleh bermain di lapangan.

Ferry Paulus selaku Direktur Utama I League, menjelaskan bahwa penambahan kuota pemain asing ini sempat cukup alot dalam pembahasan selama Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tapi akhirnya diputuskan juga.

"Tadi kami sudah dikomunikasikan sama semua pemilik klub, pemegang saham agak lumayan keras tadi, jadi musim depan pemain asing adalah 8 yang main," kata Ferry Paulus.

"Kemudian di DSP tetap delapan, tetapi klub boleh mendaftarkan menjadi 11. Jadi delapan yang main, delapan di DSP, tapi boleh mendaftarkan 11. Kalau klub hanya mau mendaftarkan 8 ya enggak apa-apa," tambahnya.

Ferry mengatakan bahwa regulasi diambil untuk meningkatkan kualitas Liga Indonesia. Khususnya bisa membantu tim yang mewakili Merah Putih di kancah internasional, mengingat aturan kompetisi Asia membolehkan maksimal 11 pemain asing.

"Kita punya keinginan, tanpa mengesampingkan pemain lokal yang ada, bahwa kita sangat perlu untuk bisa juga bersaing di Asia. Ya, oleh karena itu pendaftarannya boleh 11," terang Ferry.

"Intinya bahwa regulasi ini akan terus menjadi regulasi, mudah-mudahan terus tetap dan gak bergeser lagi," tambahnya.

Regulasi kedua yang diubah oleh I League untuk Super League 2025/2026 adalah kewajiban tim mendaftarkan dan memainkan pemain muda. Seluruh klub kini diharuskan memainkan pemain U-23 minimal 45 menit.

"Regulasi lain kaitannya dengan pemain asing, runutan untuk under 23, kelahiran 2003 bermain 45 menit yang didaftarkan adalah 5 pemain," tutur Ferry.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore