
Final futsal Porprov Jatim IX 2025 antara Kota Malang dan Kota Surabaya berujung ricuh. (Tangkapan layar video Youtube @AFPJatim)
JawaPos.com-Final cabang olahraga futsal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025, antara Kota Surabaya vs Kota Malang di Graha Polinema pada Jumat (27/6) sore, berakhir ricuh.
Sejak peluit awal, tim futsal Surabaya tampil mendominasi dan unggul 1-0 di babak pertama. Keunggulan tersebut memberikan tekanan besar bagi tim futsal Kota Malang.
Masuk ke babak kedua, dominasi Surabaya tak mengendur. Mereka sukses menggandakan skor menjadi 2-0. Sementara tim futsal Kota Malang berusaha keras memperkecil ketertinggalan mereka.
Ketegangan semakin terasa ketika laga menyisakan 11 menit 27 detik. Kedua tim tampil agresif dan memancing emosi penonton di tribun yang mulai tak kondusif.
Wasit pun menghentikan sementara laga usai botol air mineral dilemparkan penonton ke lapangan. Pendukung tim futsal Malang gelisah, sebagian dari mereka bahkan turun ke lapangan untuk memprotes keputusan wasit.
Laga dihentikan sekitar 15 menit lamanya. Setelah suasana sedikit mereda, laga kembali dilanjutkan. Namun, tensi pertandingan justru memanas. Kedua tim menunjukkan permainan yang agresif dan saling serang.
Puncaknya terjadi saat laga tersisa 8 menit 43 detik. Pemain nomor 9 dari Surabaya menyerang tiga pemain malang hingga tersungkur. Wasit langsung memberikan kartu kuning kepada pemain tersebut.
Benturan antar pemain di lapangan memicu kemarahan penonton di tribun. Mereka kembali melemparkan botol air mineral ke lapangan dan wasit pun terpaksa menghentikan laga panas tersebut untuk kedua kalinya.
Situasi semakin tak terkendali. Bahkan setelah 20 menit dihentikan, situasi belum kondusif. Pemain futsal tim Surabaya harus dievakuasi ke area aman dan dikawal oleh polisi, Satpol PP, dan steward.
Laga panas dua tim unggulan ini benar-benar tak selesai dengan damai. Panitia Porprov dan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur memutuskan menunda laga final hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Berdasarkan regulasi, jika ada kericuhan, maka pertandingan harus dihentikan selama 2 x 10 menit. Kami sudah menjalani dan situasi masih belum memungkinkan. Akhirnya pertandingan ditunda," ujar Ketua AFP Jatim, Arief Anton Sujarwo, Jumat (27/6).
Arief menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan Dispora Kota Malang dan KONI Jatim terkait venue dan jadwal baru. Sebab, Graha Polinema akan dipakai untuk cabor lain mulai Sabtu (28/6).
"Kami berharap segera ada keputusan agar tim-tim ini tidak menunggu terlalu lama," tukas Arief. Dengan kericuhan ini, ada kemungkinan laga ulang digelar tanpa penonton demi menjamin keamanan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
