Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 23.01 WIB

Liga 1: Nyalakan Flare hingga Pertandingan Dihentikan, PSS Sleman Bisa Kena Sanksi Denda Ratusan Juta Lagi

Suporter PSS membentangkan spanduk raksasa saat melawan Persija di Stadion Maguwoharjo. (Alvin Fahrizal Bayunni/JawaPos.com) - Image

Suporter PSS membentangkan spanduk raksasa saat melawan Persija di Stadion Maguwoharjo. (Alvin Fahrizal Bayunni/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sanksi berat menanti PSS Sleman buntut penyalaan flare oleh suporter saat pertandingan kandang terakhir di Liga 1 Indonesia 2024/2025 melawan Persija Jakarta. Manajemen Super Elang Jawa berpotensi terkena hukuman berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

PSS Sleman berhasil mengakhiri laga kandang terakhir dengan penuh suka cita. Super Elang Jawa mampu mengalahkan Persija dalam pertandingan pekan ke-33 Liga 1 2024/2025 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (17/5) malam.

Dalam laga itu, PSS menang 2-1 berkat gol penalti Gustavo Tocantins (8') dan gol menit akhir, tepatnya saat injury time oleh Marcelo Cirino pada menit ke-90+11'. Persija sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-25 lewat Pablo Andrade.

Namun di balik laga sengit dan seru itu, sempat ada satu hal yang cukup mencoreng. Yakni penyalaan flare dalam jumlah besar pada pertengahan babak kedua.

Tepatnya pada menit ke-75, di mana flare menyala nyaris di semua sisi tribune Stadion Maguwoharjo. Akibatnya, pertandingan PSS vs Persija jadi tertunda selama kurang lebih 30 menit.

Para pemain kedua tim pun sempat masuk ke lorong dengan alasan keselamatan karena asap mengepul dan memenuhi seluruh isi stadion.

Nah kejadian itu bisa berdampak besar untuk manajemen PSS Sleman. Yakni manajemen berpotensi dapat sanksi yang tidak main-main.

Mengutip Radar Madiun, Super Elang Jawa -julukan PSS Sleman- terancam denda hingga ratusan juta rupiah akibat penyalaan flare dalam skala besar tersebut. Hal itu sesuai dengan Kode Disiplin PSSI 2023, penyalaan flare di stadion merupakan pelanggaran yang diatur tegas dalam Lampiran 1 Nomor 5.

Dalam aturan tersebut, tertulis ada tiga jenis sanksi denda yang bisa diterima klub akibat penyalaan flare oleh suporter. Pertama sebesar Rp 50 juta untuk 1–5 kali penyalaan flare, kemudian Rp 100 juta untuk 6–10 kali penyalaan, serta Rp 200 juta atau lebih untuk jumlah di atas 10 flare.

Nah jika flare yang menyala saat laga PSS vs Persija sampai menghentikan pertandingan jumlahnya terbukti lebih dari 10 titik, maka PSS Sleman bisa dikenai sanksi maksimal dalam ketentuan tersebut.

Bali United FC pernah merasakan sanksi berat akibat penyalaan flare secara masif. Manajemen Serdadu Tridatu itu dikenai denda Rp 250 juta oleh Komite Disiplin PSSI, setelah suporter menyalakan flare dan petasan dalam jumlah besar di laga kontra Borneo FC Mei tahun lalu.

Tak hanya itu, beberapa flare juga sampai dilempar ke lapangan sehingga pertandingan terhenti akibat asap yang menyelimuti arena. Denda diberikan berdasarkan Pasal 70 ayat 1 dan 4, serta Lampiran 1 Kode Disiplin PSSI.

Selain denda, sanksi lain bisa menyusul jika flare terbukti membahayakan jalannya pertandingan atau keselamatan pemain dan ofisial. Potensi hukuman tambahannya antara lain adalah pertandingan tanpa penonton, peringatan keras dari Komdis PSSI, dan evaluasi keamanan stadion dan pengelolaan suporter.

Jika nantinya kena sanksi ratusan juta rupiah, maka itu bukan kali pertama yang diterima PSS Sleman. Super Elja bahkan baru saja dapat hukuman denda dalam jumlah banyak berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI, 8 Mei 2025.

PSS didenda Rp 200 juta akibat terjadi penyalaan flare dalam jumlah banyak di tribun Selatan dan Timur, terdengar suara mercon sebanyak 3 kali di tribun Selatan yang semuanya dilakukan oleh penonton PSS Sleman saat pertandingan melawan PSM Makassar pada 03 Mei 2025.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore