
Xiamen Egret Stadium. (StadiumDB.com)
JawaPos.com–Timnas Indonesia masih menjadikan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai kandang utama dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Meskipun menjadi stadion bersejarah dan memiliki atmosfer luar biasa, SUGBK kerap mendapat kritik, terutama terkait kualitas rumput yang dianggap tidak memenuhi standar internasional.
Beberapa pemain mengeluhkan kondisi lapangan yang kurang ideal dan bisa mengganggu permainan. Namun, di balik kritik tersebut, SUGBK tetap memiliki sejumlah keunggulan. Letaknya yang strategis di pusat Jakarta membuatnya mudah diakses pemain dan suporter.
Dari segi keamanan, stadion ini masih menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Selain itu, kapasitasnya yang mencapai 77 ribu penonton menjadi nilai tambah karena memberikan dukungan besar bagi Timnas Garuda setiap kali berlaga.
Tiongkok Gunakan Empat Stadion Berbeda
Sementara Timnas Indonesia bertahan dengan satu stadion saat pertandingan kualifikasi piala dunia, Timnas Tiongkok memilih berpindah-pindah kandang sepanjang putaran ketiga kualifikasi. Hingga kini, mereka telah menggunakan empat stadion berbeda untuk laga kandang mereka.
Pada 10 September 2024, Tiongkok menjamu Arab Saudi di Dalian Suoyuwan Football Stadium, tetapi harus menelan kekalahan 1-2. Selanjutnya, saat menghadapi Indonesia pada 15 Oktober 2024, mereka memilih Qingdao Youth Football Stadium, di mana berhasil menang dengan skor 2-1. Setelah itu, Tiongkok pindah ke Xiamen Egret Stadium, tetapi kembali mengalami kekalahan 1-3 saat melawan Jepang. Terbaru, Hangzhou Sports Park Stadium akan menjadi venue pertandingan melawan Australia pada 25 Maret.
Stadion-Stadion Tiongkok Lebih Modern dan Megah
Menariknya, stadion-stadion yang digunakan Tiongkok tergolong baru dan modern, dengan mayoritas baru dibuka dalam dua tahun terakhir. Semua stadion ini memiliki kapasitas lebih dari 50 ribu penonton, dengan desain megah dan fasilitas yang lebih canggih. Salah satu yang paling menarik adalah Hangzhou Sports Park Stadium, yang memiliki desain unik terinspirasi dari bunga lotus.
Strategi Berbeda, Hasil Berbeda?
Keputusan Timnas Tiongkok untuk selalu berpindah kandang bisa menjadi keuntungan tersendiri. Selain memberikan variasi atmosfer bagi tim lawan, mereka juga bisa menyesuaikan kondisi lapangan dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, Indonesia tetap bertahan di SUGBK sebagai satu-satunya opsi.
Walaupun pada awal maret tahun lalu Indonesia sempat berencana mengguna Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Surabaya, namun pada akhirnya pertandingan kualifikasi piala dunia tetap dilangsungkan di SUGBK karena beberapa alasan. Meskipun menghadapi kritik, stadion ini tetap menjadi simbol kebanggaan dan sejarah bagi Timnas Garuda.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
