Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Maret 2025 | 21.13 WIB

Mantan Bek Semen Padang dan Barito Putera Cassio Francisco de Jesus Meninggal Dunia Karena Sakit Anemia Aplastik

Cassio Francisco de Jesus meninggal dunia karena sakit anemia aplastik. (Instagram @cassiof89) - Image

Cassio Francisco de Jesus meninggal dunia karena sakit anemia aplastik. (Instagram @cassiof89)

JawaPos.com — Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola, khususnya bagi pecinta Liga Indonesia. Mantan bek Semen Padang dan Barito Putera, Cassio Francisco de Jesus, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (5/3/2025) di usia 35 tahun.

Kabar kepergian Cassio disampaikan langsung melalui akun Instagram pribadinya. Penyebab meninggalnya Cassio adalah penyakit anemia aplastik yang telah dideritanya sejak beberapa tahun terakhir.

Anemia aplastik merupakan kondisi medis langka yang menyebabkan sumsum tulang berhenti memproduksi cukup sel darah baru. Akibatnya, produksi trombosit terganggu sehingga membuat kondisi Cassio semakin memburuk.

Cassio sempat memerlukan sumbangan darah dari golongan darah O negatif. Kebutuhan ini semakin mendesak seiring dengan penurunan kesehatannya yang kian kritis.

Pemain asal Brasil ini pertama kali mengetahui dirinya mengidap penyakit tersebut saat membela klub Thailand, Royal Thai Navy, pada 2024. Sayangnya, klub tersebut tidak memberikan dukungan medis yang memadai kepada Cassio.

Karena kurangnya perhatian dan bantuan dari klub, Cassio terpaksa berutang di salah satu rumah sakit di Thailand tempatnya menjalani perawatan. Situasi ini memperburuk kondisi mental dan fisiknya.

Setelah berjuang keras dengan penyakitnya di Thailand, Cassio akhirnya diizinkan pulang ke Brasil. Di negara asalnya, ia melanjutkan perawatan medis dengan harapan bisa sembuh dari penyakit tersebut.

Pihak keluarga Cassio kemudian menggalang dana melalui media sosial untuk membantu biaya pengobatannya yang membengkak. Permintaan bantuan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

Banyak pihak tergerak memberikan donasi untuk meringankan beban finansial Cassio dan keluarganya. Berkat bantuan tersebut, Cassio bisa melanjutkan perawatan dengan fasilitas yang lebih baik.

Cassio sempat mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu. Namun, meskipun sudah berjuang sekuat tenaga, Cassio akhirnya harus menyerah melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Kepergian Cassio mengundang ucapan belasungkawa dari berbagai pihak, termasuk mantan klubnya di Indonesia. Barito Putera, salah satu klub yang pernah dibelanya, menyampaikan duka mendalam.

"Keluarga Besar PS Barito Putera turut berduka cita atas kepergian salah satu bek terbaik Laskar Antasari, Cassio Francisco de Jesus," tulis akun resmi Barito Putera. Klub tersebut juga mengenang jasa Cassio selama membela panji Laskar Antasari.

Karier Cassio di Indonesia dimulai saat bergabung dengan Semen Padang pada musim 2016-2017. Di klub ini, Cassio menunjukkan performa impresif yang membuatnya dikenal di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.

Setelah dua musim berseragam Semen Padang, Cassio hijrah ke Malaysia untuk bergabung dengan Kelantan FA pada musim 2018-2019. Meski hanya semusim di Malaysia, Cassio tetap tampil konsisten.

Pada 2019, Cassio kembali ke Indonesia dengan bergabung bersama Barito Putera. Selama dua musim di Barito, Cassio menjadi pilar penting di lini pertahanan dan dikenal karena kepemimpinannya di lapangan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore