Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Februari 2025 | 01.40 WIB

Perjalanan Imran Nahumarury Bersama Malut United: Dobrak Hegemoni dan Jadi Satu-Satunya Pelatih Lokal yang Tersisa di Liga 1 2024/2025

Pelatih Malut United, Imran Nahumarury (Dok. Malut United)

Jawapos.com - Di tengah hegemoni pelatih asing yang mewarnai Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, terdapat satu putra daerah yang masih bertahan menjadi juru taktik bagi klub tanah kelahirannya. Imran Nahumarury, pelatih Malut United, kini menjadi satu-satunya pelatih lokal yang menangani tim liga kasta tertinggi Indonesia.

Imran sudah membesut Malut United ketika Laskar Kie Raha masih berkompetisi di Liga 2 Indonesia. Menangani klub asal Ternate sejak musim 2022/2023, pelatih 46 itu akhirnya mampu membawa Malut United promosi ke Liga 1 Indonesia di musim lalu.

Statusnya sebagai pelatih kepala yang mengantarkan Laskar Kie Raha naik kasta tetap dipertahankan untuk mengarungi Liga 1 di musim ini. Bahkan saat ini, Imran menjadi satu-satunya pelatih lokal yang tersisa di Liga 1 setelah Rahmad Darmawan diberhentikan oleh Barito Putera di awal tahun lalu dan Emral Abus naik jabatan menjadi Direktur Teknik PSBS Biak. 

Di tengah kerasnya persaingan liga, Imran mampu menampilkan kualitasnya sebagai juru taktik di gelaran liga tertinggi Indonesia itu dan tidak menunjukkan inferioritas di tengah-tengah dominasi pelatih asing. 

Hal tersebut tampak ketika Malut United mampu menang secara meyakinkan saat menundukkan Persebaya Surabaya 0-2 di Gelora Bung Tomo. Begitu pula di pertandingan terakhir ketika menandaskan perlawanan Borneo FC 3-0 di kandang. 

Meski baru promosi, Malut United tidak ingin hanya sekadar ikut meramaikan kompetisi, tetapi juga mampu menampilkan permainan yang menarik dan dapat bersaing. Sampai pekan ke-23, Manahati Lestusen dkk. bertengger di peringkat sebelas klasemen sementara dengan 32 poin sekaligus menjadi tim promosi dengan posisi terbaik sejauh ini. 

Sebelum menginjakkan kakinya di Malut United tiga tahun lalu, Imran Nahumarury sudah sempat menakhodai beberapa tim Liga Indonesia. Adapun karier kepelatihannya ia mulai sebagai kepala pelatihan akademi di sekolah sepak bola terkemuka Indonesia, ASIOP. 

Pelatih kelahiran Tulehu, Maluku Tengah ini menghabiskan delapan tahun untuk mencetak bibit-bibit muda sepak bola Indonesia di ASIOP. Setelah itu barulah ia memulai pengalaman kariernya di klub profesional bersama PSIS Semarang sebagai asisten pelatih pada musim 2015/2016.

Lama menghuni bangku asisten, di musim 2021/2022 Imran ditunjuk sebagai pelatih interim untuk menggantikan Ian Gillan yang diberhentikan di tengah musim. Enam tahun membersamai Laskar Mahesa Jenar termasuk ketika membawa klub kebanggaan warga Semarang itu promosi ke Liga 1 di 2018, Imran melanjutkan kariernya ke PSIM Yogyakarta pada 2022.

Menjalani musim yang singkat bersama Laskar Mataram, Imran lalu bergabung dengan Malut United hingga sekarang.

Berlaga di Liga 1, Imran menyadari tantangan yang akan timnya hadapi bertambah besar dan kompleks dibanding ketika masih berada di Liga 2. Sebagai pendatang baru, pelatih yang saat masih aktif bermain sempat berseragam Persija Jakarta ini lantas berupaya yang terbaik untuk mempersiapkan timnya. 

Pemain-pemain yang memiliki pengalaman di kasta teratas Liga Indonesia didatangkan seperti Sayuri bersaudara, Yance Sayuri dan Yakob Sayuri, Manahati Lestusen, Wahyu Prasetyo, dan Safrudin Tahar. 

"Kami harus mempersiapkan Malut United dengan cara berbeda dibandingkan dengan Liga 2. Kompetisi berbeda, kekuatan tim juga harus berbeda," ucap Imran Nahumarury ketika pengenalan tim di awal musim lalu pada 29 Juli 2024. 

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore