Mazola Junior (kiri) masih ingin bawa PSS Sleman bangkit. (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)
JawaPos.com - PSS Sleman kembali menorehkan hasil negatif, dengan menelan kekalahan untuk ketiga kalinya secara beruntun. Terbaru tim kesayangan Brigata Curva Sud (BCS) takluk 1-2 dari Bali United di Stadion Manahan Solo, Minggu (9/2) sore.
Gol dari Rahmat Arjuna dan mantan pemain PSS, Irfan Jaya, hanya mampu dibalas sebiji gol oleh Gustavo Tocantins, hingga membuat skor akhir menjadi 1-2 untuk kemenangan Serdadu Tridatu. Hasil ini membuat posisi Super Elja semakin terancam mendekati zona degradasi.
Kekalahan tersebut memicu kemarahan para suporter PSS, terutama yang berada di tribun Selatan Manahan. Bahkan, mereka enggan melakukan tradisi menyanyikan anthem "Sampai Kau Bisa" seperti biasanya. Hal itu membuat Hokky Caraka dan kolega menghampiri para suporter.
Saat suporter dan tim bertatap muka, pelatih PSS Sleman, Mazola Junior, menuai kritik sebab dinilai belum mampu mengangkat performa tim secara maksimal.
Menanggapi desakan tersebut, Mazola selaku pelatih menilai bahwa permintaan dirinya untuk meninggalkan PSS tidak adil untuknya. Menurut pelatih asal Brasil itu, saat ia datang, kondisi tim jauh lebih buruk dari sekarang dan ia telah berusaha membawa perubahan.
"Suporter meminta saya pergi dari (PSS) Sleman, tapi saya ingin mengingatkan, saat saya tiba, tim ini berada di posisi terakhir. Saat itu semuanya sulit. Kini, kami hanya terpaut dua poin dari zona degradasi, dan kami bekerja keras setiap hari. Jadi jika ini dianggap sebagai hasil yang tidak sukses, saya rasa itu tidak adil," ujar Mazola dalam konferensi pers selepas laga.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa saat ini PSS masih menjadi tim musafir alias tidak bermain di kandang sendiri, yang menurutnya menjadi salah satu faktor kesulitan tim dalam meraih kemenangan.
"Saya juga ingin mengingatkan bahwa kami tidak bermain di kandang sendiri. Ini tentu berdampak pada tim. Suporter seharusnya menuntut otoritas terkait, agar kami bisa segera bermain di kandang sendiri," tambahnya.
Tak berhenti sampai situ, Mazola juga menyoroti kegagalan manajemen dalam memenuhi kebutuhan tim di bursa transfer paruh musim. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab atas kondisi tim saat ini bukan hanya ada di pundaknya, tetapi juga menjadi bagian dari tugas manajemen.
"Ketika jendela transfer dibuka, klub tidak dapat mendatangkan semua pemain yang saya inginkan. Manajemen juga harus bertanggung jawab. Saya adalah seorang profesional dengan pengalaman di Brasil, dan saya sudah beradaptasi dengan situasi di sini. Saya tidak akan mundur, saya akan terus melihat ke depan,” lanjutnya.
Mazola menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen untuk membawa PSS Sleman ke jalur yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa jika memang merasa dirinya sebagai sumber masalah di tim, ia pasti sudah pergi sejak lama.
Juga, keputusannya untuk tetap bertahan di Sleman bukan karena mencari keuntungan pribadi, melainkan demi membantu klub mencapai hasil yang lebih baik. Saat ini, PSS masih berada di luar zona degradasi, dan menurutnya, jika ada ekspektasi yang belum terpenuhi, seharusnya tidak hanya dirinya yang disalahkan.
“Saya punya tim ini di tangan saya. Jika masalah di PSS adalah saya sendiri, tentu saya sudah pergi sejak lama. Saya datang ke Sleman bukan untuk mencari uang, tetapi untuk membantu klub ini keluar dari zona degradasi. Saat ini kami masih di luar zona merah, jadi ketika ada ekspektasi lebih yang tidak terpenuhi, jangan hanya menyalahkan saya," tegas Mazola.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
