Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 15.39 WIB

Metode Latihan Dasar Kiper Sepak Bola dan Futsal, Reflek Penting Untuk Menjadi Penjaga Gawang yang Tangguh

Kiper Persebaya Andhika menjalani latihan di Lapangan Thor, Surabaya, Jawa Timur (4/2/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos) - Image

Kiper Persebaya Andhika menjalani latihan di Lapangan Thor, Surabaya, Jawa Timur (4/2/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Posisi kiper atau penjaga gawang baik olahraga sepak bola atau futsal memiliki kebebasan untuk menguasai bola menggunakan tangannya. Berfungsi untuk menghalau bola dari gawang, kiper memiliki peran krusial sebagai palang pintu terakhir sebuah tim. Kiper diwajibkan untuk memiliki atribut lengkap dalam aspek refleks untuk bisa menjadi kiper yang kokoh di bawah mistar gawang. Selain itu, atribut lain seperti ketahanan fisik juga diperlukan agar bisa tetap fokus selama pertandingan berlangsung.

Peran kiper di olahraga sepak bola dan futsal modern kini tidak hanya seputar pada tugasnya menjaga gawang. Lebih dari itu kiper mulai dilibatkan pada proses bertahan dengan turut mengkoordinasikan dengan lini belakang. Selain itu, kiper juga mulai terlibat dalam proses build-up serangan yang dimulai dari bawah. Atribut tambahan yang diperlukan adalah ketenangan dan  kemampuan umpan pendek dan panjang yang terukur untuk menunjang permainan sepak bola dan futsal modern.

Kita mengenal banyak sekali kiper-kiper modern yang saat ini menghiasi tim-tim elit sepak bola dunia. Kiper milik Athletic Bilbao yang juga kiper utama timnas Spanyol, Unai Simon, merupakan contoh kiper modern yang sering turut serta dalam proses membangun serangan. Kemudian ada kiper utama Liverpool seperti Alisson Becker yang juga kerap menghasilkan umpan-umpan panjang yang berujung gol. Berikut metode latihan dasar untuk menjadi kiper hebat yang dikutip dari situs Hellosehat.

1. Latihan Teknik Dasar Kiper

Pertama-tama, anda perlu mengetahui dasar-dasar seorang kiper seperti menangkap bola, melompat, dan menendang. Untuk menangkap ada beberapa jenis seperit menangkap bola datar dan menangkap bola di udara. Untuk menangkap bola datar adalah dengan berjongkok dengan satu kaki menumpu lutut. Perlahan-lahan lebarkan tangan seperti gerakan memungut dan ulurkan tangan ke bawah untuk menangkap bola yang bergulir.

Kemudian untuk menangkap bola di udara hampir sama dengan teknik dasar melompat. Caranya adalah dengan melompat menuju arahnya bola datang. Usahakan melempar badan dan membiarkan badan berguling ketika jatuh agar menghindari resiko cedera. Rentangkan tangan sesuai dengan arah datangnya bola agar mampu menjangkau bola yang mencoba mengarah ke gawang. Apabila bola berada di atas kepala bisa menggunakan kedua tangan untuk menambah keyakinan kiper untuk menangkap bola.

Kemudian menendang disini bisa dibedakan dengan tendangan pendek dan tendangan panjang ke depan. Kiper harus terus mengasah tendangan-tendangan yang cocok dengan skema bermain tim. Apabila memiliki seorang penyerang target di depan, maka kiper harus membiasakan diri untuk secara akurat mengarahkan umpan panjang kepada dirinya. Apabila permainan tim menggunakan umpan kaki ke kaki, maka kiper juga perlu membiasakan diri berlatih umpan pendek dan melihat situasi rekan tim yang tidak sedang ditekan lawan.

2. Latihan Refleks Kiper

Metode latihan refleks kiper berguna sekali untuk membuat kiper memiliki sikap tanggap yang cepat untuk menghalau bola yang datang. Metode latihan yang digunakan memerlukan bantuan pelatih atau orang tambahan. Kemudian gunakan gawang sepak bola agar memaksimalkan metode latihan refleks karena ukurannya yang besar. Yang paling utama adalah seorang kiper harus memiliki koordinasi tubuh yang baik agar bisa mempunyai refleks yang bagus.

Pertama, kiper membelakangi pelatih kemudian dengan aba-aba, kiper akan berbalik badan dan harus mampu menangkap bola yang dilemparkan pelatih ke segala arah manapun. Kemudian, kiper bisa berlatih refleks dengan menempatkan tiga bola di depan kotak kecil dan pelatih akan menendang ketiga bola tersebut dalam satu hitungan dan kiper harus menangkap ketiganya agar refleks yang dimiliki berfungsi optimal.

3. Latihan Mental

Sosok kiper yang menghabiskan sepanjang waktu di depan gawang kerap kali bakal berhadapan langsung dengan tribun suporter. Ketika kedua tim tak kunjung menemukan pemenang dan pertandingan dilanjut ke babak adu penalti, maka di situlah mental seorang kiper diuji. Dalam situasi ini, penting bagi kiper untuk terus mengasah mentalnya dengan berlatih tendangan penalti atau mengabaikan sorakan suporter lawan agar tidak memengaruhi performanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore