Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Januari 2025 | 19.51 WIB

Cerita Mencekam Kampung Halaman Bintang Persebaya Surabaya Francisco Rivera, Perang Kartel Tak Berujung di San Luis Meksiko

Francisco Rivera jadi salah satu kisah harapan yang bersinar bersama Persebaya Surabaya di tengah perang kartel di kampung halamannya. (Instagram @cachisrivera) - Image

Francisco Rivera jadi salah satu kisah harapan yang bersinar bersama Persebaya Surabaya di tengah perang kartel di kampung halamannya. (Instagram @cachisrivera)

JawaPos.com — Kekerasan di San Luis, Meksiko, kembali memuncak pada pertengahan tahun 2024. Dalam satu minggu, lebih dari 10 orang kehilangan nyawa akibat konflik antar kartel narkoba. Akhir pekan Juni 2024 menjadi salah satu momen paling berdarah di kota itu. Tujuh orang tewas di berbagai wilayah, termasuk di tempat umum seperti parkiran toko pizza.

Pembunuhan ini terjadi di sudut Obregón Avenue dan 15th Street. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya yang berada di lokasi kejadian. Gelombang kekerasan juga merenggut nyawa lima orang pada Rabu malam. Lima orang lainnya terluka akibat serangan yang terjadi secara sporadis di berbagai lokasi.

Tragedi terbaru terjadi pada Kamis di gang Tlaxcala dan Jalan ke-3. Seorang pria berusia 50 tahun ditemukan tewas di tempat itu tanpa ada tanda-tanda perlawanan.

Wali Kota San Luis, Santos González, mengonfirmasi angka kematian yang terus meningkat. Dalam tiga minggu pertama bulan Juni, tercatat lebih dari 20 pembunuhan di wilayah tersebut.

“Jumlah korban meningkat dari 17 menjadi 21 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya. Ini menjadi salah satu bulan terkelam dalam sejarah San Luis dilansir dari KYMA.

Menurut data keamanan publik Sonora, total pembunuhan sepanjang tahun ini telah mencapai 143 kasus. Kekerasan seperti ini terus menghantui masyarakat tanpa tanda-tanda akan mereda.

Seorang warga setempat, Leo Sauceda, mengungkapkan pesimismenya. “Tidak ada cara untuk mengakhiri kekerasan ini. Ini akan terus terjadi di seluruh Meksiko,” katanya dengan nada putus asa. Kartel narkoba bahkan meninggalkan pesan di tempat kejadian perkara. Mereka menuntut agar marinir Meksiko menghentikan operasi yang dianggap mengganggu aktivitas mereka.

Ironisnya, kota San Luis adalah tempat kelahiran bintang Persebaya Surabaya, Francisco Rivera. Gelandang serang ini kini menjadi salah satu pemain asing andalan di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025. Francisco Israel Rivera Dávalos lahir pada 23 September 1994 di San Luis Potosí. Pemain bertinggi badan 1,70 meter ini dikenal dengan keunggulannya di kaki kiri.

Rivera bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 1 Juli 2024. Di bawah komando pelatih Paul Munster, ia tampil gemilang hingga pekan ke-16 sebelum cedera menimpa. Namun, cedera yang dialaminya saat menghadapi Borneo FC membuat Rivera harus absen. Absennya gelandang kreatif ini menjadi pukulan berat bagi Persebaya Surabaya.

Selama musim ini, Rivera telah mencatatkan statistik yang cukup impresif. Ia bermain dalam 16 pertandingan dengan total waktu bermain mencapai 1.392 menit. Rivera mencetak tiga gol dan memberikan dua assist untuk timnya. Selain itu, ia juga berhasil mencatatkan 30 umpan kunci, yang menunjukkan pengaruh besarnya di lini tengah.

Ketepatan passing Rivera mencapai 68 persen sepanjang musim. Meski angkanya tidak terlalu tinggi, kontribusinya tetap terasa penting di setiap pertandingan. Rivera juga mencatatkan 28 percobaan tembakan, di mana tiga di antaranya berbuah gol. Ia juga menjadi target pelanggaran lawan sebanyak 36 kali, menunjukkan perannya sebagai kreator serangan.

Sayangnya, Persebaya Surabaya menderita tiga kekalahan beruntun selama absennya Rivera. Ketergantungan tim pada Rivera menjadi salah satu alasan mengapa Persebaya Surabaya kesulitan meraih hasil positif.

Di tengah ketenarannya sebagai pemain sepak bola, perjalanan Rivera tidak mudah. Ia harus keluar dari lingkungan penuh kekerasan dan bahaya di kampung halamannya. Konflik antarkartel di San Luis memengaruhi kehidupan banyak warganya. Bahkan hingga kini, kota itu masih dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kekerasan tinggi di Meksiko.

Namun, Rivera membuktikan kerja keras dan dedikasi mampu mengubah nasib. Ia berhasil mewujudkan mimpinya menjadi pemain profesional dan bermain di luar negeri. Meski berada jauh dari tanah kelahirannya, Francisco Rivera tetap membawa kenangan pahit masa kecilnya. Lingkungan keras di San Luis menjadi motivasi baginya untuk terus maju.

Kini, harapan besar tertuju pada Rivera agar segera pulih dari cederanya. Kehadirannya di lapangan sangat dinantikan oleh para pendukung Persebaya Surabaya, Bonek, dan Bonita. Dalam kariernya, Rivera dikenal sebagai pemain yang pantang menyerah. Meskipun berhadapan dengan banyak rintangan, ia tetap menunjukkan komitmennya untuk tim.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore