
Shin Tae-yong jadi salah satu pelatih yang catatkan sejarah bagi Timnas Indonesia. (Instagram @shintaeyong7777)
JawaPos.com — Keputusan Coach Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin untuk berhenti membahas Shin Tae-yong (STY) memicu pro-kontra di kalangan netizen. Pengamat sepak bola yang terkenal karena komentarnya yang tegas ini mengungkapkan alasannya dalam sebuah video yang diunggah di platform X.com.
Justin mengaku mendapat teguran dari sebuah akun anonim yang sebelumnya juga membocorkan data pribadi pengamat sepak bola lain, Tommy Welly. Kekhawatiran atas keamanan keluarga menjadi alasan utama Justin untuk menghentikan pembahasan terkait STY di semua platform.
“Demi keamanan dan kenyamanan keluarga serta rekan-rekan gue di industri bola, gue putuskan untuk berhenti bahas STY,” ujar Justin dalam pernyataan video tersebut. Pernyataannya langsung menjadi viral dan ditonton lebih dari satu juta kali dalam waktu singkat.
Tanggapan netizen terhadap keputusan ini sangat beragam. Sebagian besar menyayangkan langkah tersebut, karena mereka merasa kehilangan analisis tajam Justin tentang kinerja STY dan Timnas Indonesia.
“Padahal Koci adalah tipe orang yang jujur, jelek bilang jelek, bagus bilang bagus. Kritiknya bikin kita tahu kelemahan timnas,” tulis seorang netizen.
Ada juga yang menilai serangan terhadap Justin sudah terlalu personal. “Ngapain coba itu sampai masuk ke ranah pribadi. Orang Indonesia nggak bisa bedain mana statement profesional, mana personal,” komentar pengguna lainnya.
Netizen lain mendukung keputusan Justin untuk sementara mundur dari perdebatan ini. Mereka memahami situasi yang sedang memanas akibat tuduhan penggunaan buzzer oleh STY.
“Sementara jangan dibahas dulu, Koch. Situasinya terlalu keruh karena terus digoreng sama oknum nggak bertanggung jawab,” ujar salah satu netizen.
Namun, tidak semua netizen sepakat dengan langkah Justin. Sebagian mengkritik cara Justin menyampaikan pandangan tentang STY yang dinilai terlalu keras.
“Waktu lu goblokin STY saat Timnas lawan Myanmar, gue dukung. Tapi saat lu bilang harus ganti pelatih sebelum Maret, gue nggak setuju,” tulis seorang netizen.
Ada juga yang merasa Justin terlalu reaktif terhadap kegagalan di Piala AFF. “Cuma karena gagal di AFF, lu jadi seperti ikut-ikutan benci STY. Kritik itu hak lu, tapi caranya jangan aneh,” ujar pengguna lain.
Sebagian netizen bahkan mempertanyakan cara Justin berinteraksi dalam diskusi sepak bola. Mereka menilai Justin sering memaksakan pendapatnya tanpa memberi ruang untuk pandangan berbeda.
“Lu aja sering ngegas orang kalau beda pendapat. Makanya sekarang yang satu frame sama lu cuma ngangguk-ngangguk doang,” kritik seorang netizen.
Meski menuai kritik, banyak yang tetap mendukung gaya bicara Justin yang lugas dan blak-blakan. Bagi mereka, Justin adalah salah satu suara independen yang diperlukan untuk membedah masalah sepak bola Indonesia.
“Koci selalu berani ngomong jujur, nggak ada yang ditutup-tutupi. Itu yang bikin kita sadar ada yang salah di timnas,” kata seorang penggemar.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
