Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 November 2024 | 22.24 WIB

Suara Hati Bonek: Tak Ikut Bikin Masalah, Tapi Selalu Kena Getahnya di Derbi Jatim Persebaya vs Arema FC

Harmonisasi yang diciptakan Bonek dan Jakmania saat mendukung tim kesayangan di Stadion GBT. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Kabar pembatasan kuota penonton di laga Derbi Jawa Timur antara Persebaya Surabaya dan Arema FC menuai keresahan dari Bonek. Sebagai pendukung setia Persebaya Surabaya, mereka merasa keputusan tersebut tidak adil, mengingat laga ini berlangsung di kandang mereka sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, pada 7 Desember 2024.

Ungkapan hati Bonek yang merasa dirugikan tersampaikan melalui unggahan Instagram @kitabonek. Dalam unggahan tersebut, mereka mempertanyakan alasan di balik pembatasan yang dianggap merugikan mereka sebagai tuan rumah.

“Dukung Persebaya di luar kandang terhalang regulasi, Bonek mendukung di kandang sendiri, kuota penonton di stadion malah dikurangi,” tulis akun tersebut.

Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan Bonek yang selama ini merasa telah berubah menjadi lebih baik, namun tetap dibatasi oleh regulasi.

Bonek juga menyoroti keberadaan tribun khusus keluarga dan ramah anak, yang selama ini dianggap sebagai bukti mereka sudah dewasa. Selain itu, mereka menekankan pertandingan Persebaya Surabaya di kandang tercatat sebagai zero accident sepanjang musim.

Komentar-komentar netizen memperkuat suara hati ini. Salah satu Bonek mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas pembatasan tersebut, apakah PT LIB atau pihak kepolisian?

“Tolong dijawab biar kita semua tahu, ini siapa sumber masalahnya?” tulis salah satu pengguna.

Ungkapan ini menggambarkan kebingungan para suporter terhadap kebijakan yang dianggap tidak jelas.

Bonek lainnya juga menyoroti ironi pembatasan penonton di tengah upaya mereka mendukung finansial klub. “Kalau stadion penuh, Bonek bisa bantu finansial Persebaya buat beli pemain grade A+. Kenapa regulasi malah membatasi?” tulisnya.

Selain itu, ada juga yang menyoroti langkah maju Persebaya Surabaya dan Bonek yang seolah tidak diakui. Mereka mengingatkan Persebaya Surabaya telah menerapkan berbagai inovasi seperti tribun ramah keluarga dan rekor penonton terbanyak di Liga 1 musim ini.

“Wis nerapno tribun keluarga, ramah anak, zero accident, rekor penonton terbanyak, tapi kayak nggak seneng sama Surabaya,” ujar salah satu Bonek dengan nada satir.

Hal ini mencerminkan kekecewaan atas pembatasan yang dianggap merugikan klub dan suporter.

Pembatasan penonton ini dianggap kontras dengan atmosfer Derbi Jatim yang selalu panas dan penuh antusiasme. Banyak yang merasa laga ini seharusnya menjadi momen untuk menunjukkan kedewasaan dan kekompakan suporter.

Bonek juga menegaskan mereka ingin Surabaya diakui sebagai kota sepak bola yang damai. Salah satu komentar menyebutkan, “Bonek sudah dewasa, nggak perlu kayak gini lah. Match biasa saja ini.”

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore