Ernando Ari, kiper Persebaya Surabaya, berjuang melawan dislokasi bahu demi timnya dalam laga melawan PSM Makassar.
JawaPos.com — Momen dramatis datang dari laga Persebaya Surabaya melawan PSM Makassar ketika kiper Ernando Ari mengalami dislokasi bahu. Namun, demi memperjuangkan poin bagi Persebaya Surabaya, ia tetap bermain selama 90 menit, bahkan mencoba menangani cederanya sendiri di lapangan.
Video Ernando yang tampak menangani dislokasi bahunya sendiri viral di media sosial, pertama kali diunggah oleh akun TikTok @tribunpersebaya. Video tersebut langsung menuai simpati dari penggemar sepak bola di Indonesia dan telah ditonton jutaan kali hanya dalam beberapa hari.
Aksi Ernando ini menuai kekaguman banyak pihak, terutama dengan tetap melanjutkan pertandingan meskipun tengah menahan rasa sakit luar biasa. Potongan video ini mengingatkan kita akan komitmen tinggi para pemain yang kerap kali mengabaikan risiko kesehatan demi tim.
Pertandingan melawan PSM Makassar yang digelar pada Rabu, 23 Oktober, berakhir imbang 1-1 dan menjadi laga penting bagi Ernando yang baru kembali setelah empat pertandingan absen.
Absennya Ernando sebelumnya diperkirakan juga disebabkan oleh masalah cedera bahu yang kembali kambuh saat melawan PSM.
Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, sempat lebih memilih Andhika Ramadhani sebagai kiper utama untuk mengisi posisi Ernando selama empat laga terakhir.
Riwayat cedera bahu Ernando memang sudah menjadi perhatian Persebaya Surabaya karena cukup serius dan pernah membuatnya harus absen panjang sebelumnya.
Catatan menunjukkan bahwa Ernando pernah absen selama 34 hari bersama Persebaya Surabaya pada awal tahun 2024 akibat cedera bahu yang cukup parah.
Bahkan, yang paling berat terjadi di musim 2022-2023, ketika ia harus menepi dalam 20 pertandingan untuk Persebaya Surabaya dan timnas Indonesia karena permasalahan bahu yang sama.
Sejarah cedera Ernando memang tidak hanya terbatas di klub, tetapi juga di level timnas, bahkan mengalami kisah yang unik saat membela timnas U-19 Indonesia.
Pada tahun 2020-2021, ia pernah ditangani oleh dokter palsu, Elwizan Aminuddin, yang sempat menyarankannya untuk tidak menjalani operasi meskipun mengalami dislokasi bahu.
Kisah Ernando dengan dokter gadungan ini sempat menjadi sorotan, terutama setelah ia mengungkapkan pengalamannya di Instagram Stories pada Desember 2021.
"Ya Allah, dulu hampir tidak jadi operasi gara-gara bapak ini (Elwizan Aminudin)," tulis Ernando sambil mengungkapkan kelegaan karena pada akhirnya ia tidak harus pensiun dini.
Di musim ini, Ernando menunjukkan statistik yang gemilang untuk Persebaya Surabaya dengan tampil di lima laga dan mengamankan 88% penyelamatan per pertandingan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
